San Francisco (ANTARA News) - Produsen mobil listrik Amerika Serikat, Tesla, mendapat lampu hijau untuk mulai mengirimkan sedan listrik Model 3 kepada seluruh konsumen di Eropa, menurut otoritas kendaraan Belanda RDW.

Pengiriman itu harus dimulai pada bulan Februari dan -- seperti yang terjadi di AS -- penjualan pertama di Eropa dikhususkan untuk varian Tesla yang mengusung baterai berdaya jelajah tinggi (baterai long range Model 3), menurut Tesla dilansir Bloomberg, Selasa.

Memulai pengiriman sedan listrik Model 3 di Eropa merupakan prioritas utama bagi CEO Tesla Elon Musk.

Baca juga: Tesla juga kena imbas "recall" Takata

Dia menunjuk penjualan sedan di Eropa dan China sebagai alasan utama di balik sikapnya yang tidak cemas terkait potensi penurunan penjualan yang disebabkan beban pajak dari pemerintah AS.

Perusahaan juga mengatakan melalui surat kepada pemegang saham bahwa,"Pasar sedan premium ukuran menengah di Eropa dua kali lebih besar dari segmen yang sama di AS."

Baca juga: Elon Musk: Tesla mulai pembangunan pabrik di Shanghai

Pada awal tahun ini, Elon Musk mengatakan Tesla serius membangun pabrik di Shanghai, dengan harapan dapat lebih mudah menjangkau konsumen di China, terlepas dari perang dagang antara China dan AS.

Pada Juli lalu, Tesla mengumumkan rencana terbesar untuk pasar luar negeri, yaitu mendirikan pabrik berkapasitas produksi 500.000 unit per tahun, yang akan meningkatkan penjualan mereka di China sebagai pasar mobil terbesar dunia.

Baca juga: Tesla pangkas tenaga kerja sebanyak 7 persen