Solo (ANTARA News) - Panglima Kodam IV/Diponegoro, Mayor Jenderal TNI M Effendi, mengatakan, netralitas TNI sudah menjadi garis dari komando atas hingga ke bawah dalam menghadapi Pemilu 2019.

"Saya garisbawahi netralitas tidak melibatkan baik personel maupun sarana prasarana yang dimiliki TNI dalam rangka proses penyelenggaraan pemilu mulai kampanye dan seterusnya," kata dia, usai upacara serah terima pejabat komandan Korem 074/Warastratama, di Gedung Warastratama, Surakarta, Selasa.

Brigadir Jenderal TNI Widi Prasetijono digantikan Kolonel Infantri Rafael Granada Baay pada posisi itu. Upacara pengambilan sumpah jabatan dilanjutkan penandatanganan pakta integritas. Selanjutnya Prasetijono dipromosikan menjadi komandan Korem 091/ASM di Samarinda, sedangkan Baay sebelumnya adalah komandan Resimen Induk Kodam XIV/Hasanudin, di Makassar.

Kodam IV/Diponegoro, kata Effendi, mengatakan, "Saya sampaikan pada tahun politik ini, sesuai tugas pokok TNI yakni dengan peran dan fungsi serta tugasnya tetap bertindak netral."

Namun demikian, kata dia, jajarannya juga siap membantu kelancaran pelaksanaan Pemilu 2019; misalnya truk tentara dipakai untuk membantu distribusi surat suara sesuai permintaan KPU setempat.

"Kami tahu masyarakat Indonesia terkenal ramah, gotong royong, dan toleran. Begitu juga masyarakat di Solo, secara khusus mereka juga akan menjaga itu," katanya.

Semua masyarakat, kata dia, bagaimana dengan situasi dan kondisi apapun tetap menjaga kebhinekaan toleransi, sehingga pemilu hanya sarana atau alat untuk mencapai demokrasi.

"Kami tetap selalu waspada bukan hanya karena pemilu, tetapi sesuai dengan tugas pokok kami menjaga kedaulatan bangsa dan negara ini," ujar dia.