Semarang (ANTARA News) - Dewan Pelaksana Pengelola (DPP) Masjid Agung Jawa Tengah (MAJT) Semarang akan mengembangkan kerja sama pendidikan dengan Pemerintah China.

"Antara MAJT dan Pemerintah Tiongkok selama ini sudah terjalin hubungan baik. Kami sudah mengirim beberapa delegasi ke sana," kata Ketua DPP MAJT Semarang Prof Noor Achmad di Semarang, Kamis.

Hal tersebut disampaikan mantan Rektor Universitas Wahid Hasyim (Unwahas) Semarang itu, saat menyambut kunjungan Duta Besar China untuk Indonesia Xiao Qian di MAJT Semarang.

Noor menyebutkan angkatan pertama sudah diberangkatkan 10 orang untuk belajar di China, kemudian setidaknya tujuh orang diberangkatkan kembali sebagai angkatan kedua.

"Angkatan pertama ada 10 orang, berikutnya angkatan kedua ada tujuh orang. Bahkan, di MAJT ada yang namanya `China Corner` atau disebut juga dengan Pojok China," katanya.

Melalui China Corner, kata dia, masyarakat bisa memperoleh berbagai macam informasi mengenai Negeri Tirai Bambu itu.

Kerja sama yang dijalin MAJT dengan Pemerintah China yang selama ini sudah berjalan baik, kata dia, akan semakin ditingkatkan ke depannya dalam berbagai bidang.

"Pemerintah Tiongkok dengan MAJT selama ini sudah punya banyak kerja sama, seperti pengiriman delegasi untuk belajar. Harapannya, ke depan tingkatkan kerja sama penelitian dan ekonomi," katanya.

Kerja sama Pemerintah China di bidang pendidikan, kata dia, selama ini juga diperluas kepada Unwahas dengan kesempatan bagi dosen untuk belajar di China.

"Kami apresiasi sekali kehadiran Dubes Tiongkok ke MAJT untuk semakin mempererat dan memperkokoh kerja sama," kata Noor.

Sementara itu, Dubes China untuk Indonesia Xiao Qian mengaku terkesan dengan kunjungan kali pertamanya di Jateng, khususnya di MAJT bertemu dengan ulama, akademisi, dan berbagai kalangan.

Didampingi penerjemah, Xiao mengingatkan pentingnya meningkatkan persahabatan kedua negara yang selama ini sudah terjalin baik dalam berbagai bidang, baik budaya, pendidikan, kesehatan, hingga olahraga.

Persinggahan Laksamana Cheng Ho ke Indonesia pada 600 tahun yang lalu, kata dia, menandai sejarah persahabatan kedua negara sejak lama yang akan diteruskan ke depan.

Bagi Pemerintah China, kata Xiao, Indonesia merupakan sahabat baik dan sejati yang selama ini selalu mendukung apa yang menjadi kebijakan pemerintah negara tersebut.

Baca juga: Dubes China kunjungi Muhammadiyah bahas Uighur
Baca juga: Kementerian Luar Negeri diskusikan isu Uighur dengan Dubes China