Depok (ANTARA News) - Universitas Indonesia menobatkan Wageningen University & Research, Belanda menjadi Kampus Hijau Terbaik di dunia 2018 berdasarkan UI GreenMetric World University Rankings.

"UI GreenMetric merupakan pelopor dalam pemeringkatan melalui pengembangan alat ukur kampus hijau yang kini telah banyak diadopsi oleh Perguruan Tinggi di dunia," kata Rektor UI Muhammad Anis di kampus UI Depok, Rabu.

Untuk peringkat kedua dan ketiga diraih oleh University of Nottingham, Inggris dan University of California Davis, Amerika Serikat.

Dengan ikut serta dalam pemeringkatan maka Perguruan Tinggi yang berpartisipasi akan langsung mendukung pengembangan infrastruktur kampus hijau di dunia sebagai upaya mencetak generasi yang peduli akan keberlanjutan lingkungan hidup.

Diharapkan melalui upaya UI GreenMetric ini, Perguruan Tinggi se-dunia mampu mengambil bagian pada upaya preventif dan kuratif dalam rangka mitigasi dampak perubahan iklim.

Wageningen University & Research memiliki keunggulan hampir pada seluruh kriteria di UI GreenMetric bahkan memperoleh nilai maksimal pada 3 kriteria yaitu Pengelolaan Limbah (WS), Pengelolaan Air (WR), dan Pendidikan (ED) sehingga mampu membawanya kembali meraih predikat perguruan tinggi hijau terbaik nomor satu dunia. Universitas ini merupakan universitas pertanian dalam seluruh aspek perkuliahan dan penelitiannya.

Sementara itu University of Nottingham menunjukkan keunggulannya pada kriteria Energi dan Perubahan Iklim (EC) karena memiliki 4 sumber energi terbarukan, yaitu Clean Biomass, Solar Cell, Geothermal, Combine Heat and Power dan pengelolaan smart-eco building yang sudah mencapai lebih dari 75 persen. Selain itu, universitas ini juga memiliki keunggulan pada pengolahan air dan pendidikan.

Sedangkan University of California Davis yang meraih peringkat ketiga memiliki jurusan environmental science yang bereputasi tinggi serta berkomitmen kuat untuk menjaga lingkungan kampusnya tetap asri.

Baca juga: UI raih sebagai kampus terhijau di Indonesia
Baca juga: Penerapan industri hijau hemat energi Rp1,8 triliun