Jakarta (ANTARA News) - Sejumlah daerah masih menjadi pekerjaan rumah bagi Tim Kampanye Nasional (TKN) pasangan Joko Widodo-Ma'ruf Amin untuk meningkatkan elektabilitas pasangan capres-cawapres tersebut di masa kampanye, kata Ketua Dewan Pengarah TKN Jusuf Kalla, di Jakarta, Senin malam.

"Tentu memang ada daerah-daerah yang baik, yang (memberikan) dukungan penuh; (tapi) ada juga daerah-daerah yang masih perlu kita tingkatkan secara bersama-sama," kata JK usai memimpin rapat di kediaman pribadinya di kawasan Jalan Brawijaya, Jakarta Selatan, Senin malam.

JK menyebutkan daerah yang masih memerlukan perhatian bagi TKN Jokowi-Ma'ruf antara lain di Banten, Sulawesi Selatan, Sumatera Utara, Jambi dan Riau.

"Banten masih perlu perjuangan, usaha keras di Banten, tentu. Tapi kita harapkan itu akan positif nanti pada waktunya. Tapi yang terpenting, di Sulsel sudah terjadi perbaikan, di Sumut, di Jambi, Riau, semua baik," jelas JK.

Untuk mengatasi kurangnya elektabilitas pasangan Jokowi-Ma'ruf di beberapa "kantong" daerah tersebut, JK mengatakan TKN akan membentuk tim khusus untuk meningkatkan elektabilitas pasangan capres-cawapres tersebut.

JK menjelaskan untuk sejumlah daerah yang masih rendah elektabilitasnya akan menjadi perhatian khusus dari TKN dan tim kampanye daerah; sementara daerah yang sudah tinggi tingkat keterpilihan dari Jokowi-Ma'ruf, akan dipertahankan strategi kampanyenya.

"Bahwa daerah ini masih rendah, ada yang sudah tinggi itu tetap di-'follow up'; yang belum (tinggi) akan lebih diperhatikan, begitu kan. Pasti ada (tim khusus). Itu hasil daripada gabungan survei itu," tambahnya.

Sebelumnya, anggota Dewan Pengarah TKN yang juga politisi PDI-P Pramono Anung mengakui ada sejumlah daerah yang perlu dilakukan penetrasi lebih di sisa tiga bulan masa kampanye Pilpres 2019.

"Memang ada daerah yang dimana pasangan 01 perlu penetrasi lebih, misalnya di Sumatera, kemudian beberapa di Jawa. Karena kampanye masih tiga bulan lagi, tentunya banyak hal yang harus dirawat, dijaga dan daerah-daerah mana yang perlu dilakukan penetrasi," kata Pramono usai mengikuti rapat internal tersebut.

Selain upaya peningkatan strategi kampanye di sejumlah daerah yang masih rendah elektabilitas Jokowi-Ma;ruf, rapat tersebut juga membahas mengenai perlunya koordinasi antara partai koalisi dengan para calegnya.

Para caleg dari partai koalisi pendukung Jokowi-Ma'ruf diminta untuk meningkatkan sosialisasi pasangan tersebut kepada masyarakat di daerah selama masa kampanye.

Rapat koordinasi TKN pasangan Jokowi-Ma'ruf berlangsung mulai pukul 19.30 WIB dan berakhir pukul 21.45 WIB, dengan dihadiri antara lain Ketua Umum PPP Romahurmuziy, Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar, Ketua TKN Erick Thohir, Wakil Ketua TKN Moeldoko, dan politikus senior Partai Golkar Akbar Tandjung.