Jakarta (ANTARA News) - Menteri Perindustrian (Menperin) Airlangga Hartato memberikan apresiasi terhadap inovasi industri minuman Real Cold-Pressed Facility (CPF) terintegrasi dengan teknologi High-Pressure (HPP) pertama di Indonesia dan ASEAN.

PT Sewu Segar Primatama (anak perusahaan PT Sewu Sentral Primatama), merupakan perusahaan nasional yang memroduksi cold-pressed juice dengan merek dagang Re.juve, berdasarkan keterangan tertulis yang diterima Antara di Jakarta, Kamis.

Metode HPP memungkinkan kandungan nutrisi terjaga dan memperpanjang masa pajang produk (shelf life) hingga enam kali tanpa bahan pengawet.

Airlangga mengatakan pemerintah pmenyambut baik inisiatif dan terobosan inovatif yang dibawa Re.juve melalui teknologi HPP. Sebab menurut dia, saat ini baru sedikit negara di Asia, bahkan dunia yang mengadopsi teknologi HPP.

“Dengan beroperasinya fasilitas ini, kami harapkan dapat menghasilkan produk industri minuman yang berkualitas, sehat dengan standar yang mampu bersaing di pasar global,” ujar Menperin Airlangga Hartarto.

Ia mengatakan sektor makanan dan minuman Indonesia memiliki potensi pertumbuhan yang besar, karena didukung sumber daya alam yang berlimpah dan permintaan domestik yang besar.

"Industri minuman mampu menunjukkan kinerja yang membanggakan, dengan pertumbuhan sebesar 10,19 persen pada periode Januari-September tahun 2018. Capaian ini jauh di atas pertumbuhan industri nasional yang mencapai 5,17 persen di periode yang sama,” kata dia.

Oleh karenanya menurut dia, Peran industri makanan dan minuman dalam perekonomian Indonesia juga sangat signifikan.

Hal ini terlihat dari kontribusi sektor makanan dan minuman sebesar 35,73 persen terhadap PDB Industri Non Migas atau 6,31 persen terhadap PDB Nasional, pada triwulan III tahun 2018. Pertumbuhan ekspor periode Januari-September tahun 2018 untuk industri makanan tumbuh sebesar 3,22 persen dan untuk industri minuman tumbuh sebesar 13,00 persen.

“Berdasarkan fakta tersebut menunjukkan suatu harapan bagi kita, untuk masa mendatang, industri makanan dan minuman nasional akan terus menunjukan perkembangan yang positif dan memberikan kontribusi yang lebih besar bagi pertumbuhan ekonomi nasional,” kata dia.

Baca juga: Menperin: pemerintah dorong milenial sambut Industri 4.0