Mataram (ANTARA News) - Gempa bumi berkekuatan 5,7 Skala Richter mengguncang Pulau Lombok, Provinsi Nusa Tenggara Barat dan pada Kamis, pukul 08.02 WIB atau 09.02 WITA, namun tidak berpotensi tsunami.

Hasil analisa Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG), menunjukkan bahwa pusat gempa bumi tersebut berkekuatan terletak pada koordinat 8,37 lintang selatan dan 116,06 bujur timur.

"Tepatnya di 23 kilometer barat laut Kota Mataram, pada kedalaman 10 kilometer," kata Kepala Stasiun Geofisika Mataram, Agus Riyanto.

Gempa bumi tersebut menyebabkan para wisatawan dan karyawan hotel di Senggigi, Kabupaten Lombok Barat, berhamburan keluar dari gedung hotel.

Para siswa sekolah dasar yang berada di sepanjang jalur kawasan wisata Senggigi hingga Desa Malaka, Kabupaten Lombok Utara tampak panik dan berkumpul di halaman sekolah.

Pasien di Puskesmas Malaka juga dievakuasi keluar dari gedung untuk mencegah terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan.

Baca juga: Belajar dari Yogyakarta untuk NTB bangkit
Baca juga: Belasan korban gempa di Mataram sudah bisa menempati hunian tetap
Baca juga: Wapres instruksikan percepatan rekonstruksi pascabencana Lombok