Surabaya (ANTARA News) - Wali Kota Surabaya, Tri Rismaharini, mengunjungi Pyongsong, Korea Utara, untuk membahas pembangunan berkelanjutan di antara kota-kota yang tergabung dalam organisasi United Cities Local Governments.

Kepala Bagian Humas Pemkot Surabaya, M Fikser, di Surabaya, Rabu, mengatakan, kedatangan Risma ke Korea Utara kali ini adalah tugas pertamanya setelah resmi terpilih sebagai presiden United Cities Local Governments (UCLG) September lalu.

?"Maksud dan tujuan kunjungan bu Risma untuk menumbuhkan perdamaian dan mempromosikan dialog lokal ke lokal," katanya. Selain itu, lanjut dia, kunjungan tersebut juga terkait kerja sama teknis antara kota dan otoritas lokal dari Korut dan UCLG serta anggota UCLG ASPAC.

Kunjungan Risma itu dimulai pada 26 November hingga 1 Desember 2018. Agenda pertama, Risma diterima sekaligus bertemu dengan Wakil Presidium Supreme People's Asemmbly, Kim Yong-nam, dilanjutkan dengan berkeliling kota.

Pada agenda berikutnya, lanjut Fikser, Risma juga bertemu dengan Wali Kota Pyongsong, Provinsi Phyongan Selatan, dan dilanjutkan keliling kota Phyongsong.

"Siangnya, Ibu Risma menghadiri presentasi tentang proyek pengembangan Kota Wonsan dan Kalma Coastal Tourist Site, Korea Utara," katanya.

Pada Jumat pagi (30/11), Risma kembali melakukan pertemuan dengan Wali Kota Kaesong, Provinsi Hwanghae Utara. "Siangnya mengunjungi situs bersejarah di Kaesong," katanya.

Menurut Fikser, selama di Korea Utara, Risma akan melakukan banyak pembahasan kegiatan yang diusulkan Korea Utara dengan melakukan pencarian fakta dan kebutuhan misi penilaian untuk mengidentifikasi area dan saluran kerja sama potensial antara kota dan otoritas lokal di Korut dan anggota lain dari UCLG dan UCLG ASPAC.

Kegiatan utama dalam acara itu terkait perencanaan kota yang berkelanjutan untuk memastikan perumahan yang layak dan layanan dasar, sistem transportasi publik yang aman dan mudah diakses, dan pengembangan ekonomi setempat.

Selain itu, terkait juga perlindungan sosial, manajemen lingkungan dan budaya daerah perkotaan, pinggiran kota dan pedesaan sambil menjaga warisan budaya dan alam, dan mengurangi dampak buruk lingkungan kota.

Usai ke Korea Utara, Risma melanjutkan perjalanan ke Guangzhou, China, untuk menghadiri Guangzhou Award pada 5-8 Desember 2018.

Fikser menambahkan, saat final Guangzhou Awards 2018, Kota Surabaya akan memaparkan partisipasi publik dalam pengelolaan sampah untuk Surabaya yang lebih baik.

"Acaranya pada Kamis (6/12) dan pengumuman pemenang keesokan harinya (7/12)," katanya.

Nanti, kata dia, Surabaya akan bersaing dengan 14 kota untuk mendapatkan Guangzhou Award 2018, di antaranya Santa Fe (Argentina), Sydney (Australia), Salvador (Brazil), Repentigny (Canada), Wuhan (China), Yiwu (China), Santa Ana (Costa Rica), Milan (Italia), Guadalajara (Mexico), Utrecht (Belanda), Kazan (Rusia), e-Thekwini (Afrika Selatan), Mezitli Turkey, dan New York.