Jakarta (ANTARA News) - Puluhan pemuda yang tergabung dalam Relawan Rekan Jokowi DKI Jakarta mendeklarasikan dukungannya kepada pasangan capres-cawapres Joko Widodo-Ma'ruf Amin untuk memenangkan pemilu presiden 2019.

"Kami dari Relawan Rekan Jokowi akan berusaha berkontribusi memenangkan pasangan capres-cawapres Pak Jokowi dan Pak Ma'ruf pada pemilu presiden 2019," kata Koordinator Relawan Rekan Jokowi DKI Jakarta, Rich Ilman, pada acara deklarasi di Jakarta, Kamis.

Acara deklarasi tersebut dihadiri puluhan pemuda, pengurus dan anggota, Relawan Rekan Jokowi dari lima lima wilayah kota di DKI Jakarta. Kegiatan deklarasi tersebut juga diisi dengan pembakalan soal bagaimana mendeteksi dan menangkal berita-berita hoaks.

Menurut Rich Ilman, Relawan Rekan Jokowi akan berupaya menarik simpati para pemuda yang merupakan pemilih pemula pada pemilu 2019. "Kami akan merusaha maksimal untuk menjaring suara dari kalangan pemuda atau milenial," katanya.

Diakui Ilman, ada banyak cara yang akan diterapkan Rekan Jokowi untuk mengajak kaum milenial bergabung, salah satunya adalah dengan menggelar pertandingan olahraga, bakti sosial, dan maupun kegiatan sosial lainnya. "Rekan Jokowi, tidak hanya mengajak para pemuda untuk memilih Pak Jokowi dan Pak Ma'ruf, tapi juga mengajak untuk menghindari narkoba, tawuran, dan perbuatan negatif lainnya," katanya.

Ilman menjelaskan, Relawan Rekan Jokowi saat ini telah terbentuk di 10 provinsi di Indonesia, antara lain Jawa Barat, Banten, Jawa Tengan, Jawa Timur, Sumatera Utara, Sulawesi Selatan, dan Sumatera Selatan. "Rekan Jokowi masih akan terus membangun kepengurusan di daerah lainnya," katanya.

Pada kegiatan deklarasi tersebut, pengurus dan anggota Relawan Rekan Jokowi juga diberikan pembekalan bagaimana mendeteksi dan menangkal berita-berita hoaks. Pembekalan diberikan oleh Sekretaris Jenderal Relawan For Jokowi, Andi Awzan.

Andi Azwan mengingatkan, Relawan Rekan Jokowi agar selektif dan hati-hati menyikapi banyaknya berita hoaks yang beredar di media sosial. Menurut dia, jika mendapatkan berita hoaks, baik di whatsapp, twitter, facebook, dan sebagainya, harus sabar dan selektif. "Jangan mudah terpancing emosi untuk segera menanggapi, membalas, bdan meneruyskannya," katanya.

Menurut Andi Azwan, danya berita-berita hoaks yang menyudutkan pasangan Jokowi-Ma'ruf bukan berarti dibiarkan begitu saja. "Adanya berita hoaks yang bertendensi negatif harus di lawan dengan berita positif. Tunjukkan prestasi Pak Jokowi secara faktual," katanya.