Sydney (ANTARA News) - Saham saham perbankan utama, termasuk ANZ jatuh, meski Bursa Australia dibuka menguat pada perdagangan Kamis pagi di tengah volatilitas yang lebih besar di pasar global yang dipicu ketidakpastian Brexit terbaru dan perkembangan internasional lainnya.

Laporan yang dikutip Xinhua menyebutkan pada pukul 10.15 waktu setempat, indeks acuan S&P/ASX 200 naik 14,5 poin atau 0,25 persen menjadi di 5.747,3 poin dan indeks All Ordinaries yang lebih luas menambahkan 14,5 poin atau 0,25 persen menjadi 5.836,8 poin.

"Serangkaian berita utama geopolitik menggerakkan pasar keuangan global semalam dan meningkatkan volatilitas pasar, termasuk volatilitas yang lebih besar dalam pound Inggris di tengah perkembangan Brexit terbaru dengan ketidakpastian yang tersisa serta ekuitas AS yang lebih rendah karena berlanjutnya sengketa perdagangan internasional dan data ekonomi beragam," kata Analis Pasar CMC Markets & Stockbroking, Jonathen Chan dalam catatan pagi kepada investor.

"Investor dan pedagang mungkin harus memutuskan apakah akan mendasarkan tindakan mereka pada berita utama geopolitik atau kegiatan ekonomi global dalam 24 jam ke depan. Data upah Australia tidak memberikan kejutan kemarin, tetapi data ketenagakerjaan pagi ini dapat mendukung dolar Australia jika ekspektasi pasar terpenuhi," katanya.

Bank-bank besar Australia dibuka melemah, dengan ANZ merosot 0,59 persen, Commonwealth Bank turun 0,36 persen, National Australia Bank tergelincir 0,63 persen dan Westpac menyusut 0,79 persen.

Raksasa pertambangan BHP menambahkan 0,19 persen, sementara saingannya Rio Tinto turun 0,14 persen, dan Woodside Petroleum turun tipis 0,09 persen.

Wesfarmers bertambah 0,41 persen dan jaringan supermarket saingannya Woolworths naik 0,48 persen.

Raksasa telekomunikasi Telstra naik 0,49 persen, maskapai penerbangan nasional Qantas merosot 0,17 persen dan kelompok biotek CSL naik 1,66 persen.

Baca juga: Saham Apple jeblok, Wall Street terseret jatuh