Jakarta (ANTARA News) - Peringatan HUT ke-73 Brimob di Markas Komando Brimob, Kelapa Dua, Depok, Rabu, dilakukan secara sederhana karena Indonesia baru saja dilanda bencana, dari Gempa NTB, Sulawesi Tengah, hingga jatuhnya pesawat Lion Air.

Dari ribuan korban meninggal karena bencana gempa dan tsunami yang terjadi di Sulawesi Tengah, belasan di antaranya merupakan anggota Polri.

"Biasanya kita melaksanakan upacara besar kemudian dengan demonstrasi ketangkasan terjun payung, demonstrasi penanganan teror dan atraksi, tetapi tahun ini dilaksanakan dengan suasana lebih sederhana," tutur Kapolri Jenderal Pol Tito Karnavian dalam peringatan tersebut.

Tito Karnavian mengatakan usulan untuk peringatan dilakukan dengan sederhana datang dari Komandan Korps Brimob Irjen (Pol) Rudy Sufahriyadi.

Kapolri pun mengapresiasi seluruh jajaran Korps Brimob Polri atas prestasi yang diraih dan dapat menjalankan tugas dalam kurun waktu hingga 73 tahun.

Selain itu, ia mengingatkan agar Korps Brimob selalu dekat dengan masyarakat, tetapi tetap menjaga postur paramiliter dalam mengemban tugas dan menghadapi tantangan.

Dalam rangkaian peringatan HUT ke-73, Brimob mengadakan latihan menembak serta kegiatan lain seperti Tour de Java dari Surabaya ke Jakarta dengan bersepeda.

Brimob juga memberikan anugerah Warga Kehormatan Brimob kepada bos Mayapada Group Dato Sri Tahir dan beberapa perwira tinggi Polri dalam rangka Hari Ulang Tahun ke-73 satuan itu.

Baca juga: Dato Sri Tahir jadi warga kehormatan Brimob

Baca juga: Jenazah polisi ditemukan di Parigi, Sulawesi Tengah

Baca juga: 2.143 personel polisi diterjunkan ke Sulawesi Tengah