Jakarta (ANTARA News) - Institut Pertanian Bogor (IPB) ingin masuk dalam peringkat 500 besar perguruan tinggi di dunia pada 2019, salah satunya melalui peningkatan penelitian yang melahirkan berbagai inovasi.

"Menuju IPB 500 itu tadi kami minta partisipasi ibu bapak sekalian dalam survei di dalam kita mengembangkan diri menjadi 500 besar di dunia," kata Wakil Rektor Bidang Pendidikan dan Kemahasiswaan IPB Drajat Martianto dalam sambutannya di acara Forum Silahturahmi Alumni IPB ke-3 di Jakarta, Jumat.

Drajat mengatakan saat ini IPB masih masuk di posisi 600-an peringkat dunia. Untuk itu, masih banyak hal yang perlu ditingkatkan untuk mengejar target masuk 500 besar perguruan tinggi dunia.

Sementara di Indonesia, IPB menduduki peringkat ketiga di bawah Institut Teknologi Bandung dan Universitas Gadjah Mada.

"Kampus kita alhamdulillah dosen dan mahasiswa sangat tekun melakukan penelitian," ujarnya.

Selain itu, IPB telah meraih peringkat pertama nasional di bidang inovasi ada 2018, dan sepertiga inovasi itu berasal dari pertanian.

"Karena sekarang perguruan tinggi di Indonesia bahkan swasta maju pesat, maka kita tidak perlu berhenti untuk maju terus," ujarnya.

Dia mengatakan IPB mendorong baik mahasiswa maupun alumni untuk terus berkarya untuk bangsa dan almamater mereka.

Dia mengatakan IPB juga mempersiapkan pendidikan untuk menghadapi industri 4.0 yang membawa dampak yang begitu luas, termasuk ke dalam kehidupan sosial maupun individual.

"Kami juga sekarang mencoba mencari dan mendidik para calon leader. Kami punya asrama kepemimpinan," ujarnya.

Dia mengajak para alumni untuk terus berpartisipasi dalam meningkatkan kualitas IPB.

"IPB besar bukan hanya karena kami yang di dalam kampus tapi juga bapak ibu yang di luar kampus," tuturnya.

Forum Silahturahmi Alumni ketiga itu dihadiri oleh alumni dari berbagai unsur dan latar belakang profesi antara lain unsur alumni yang menjadi direksi Badan Usaha Milik Negara (BUMN), direksi perusahaan swasta nasional dan multinasional, para alumni pengusaha nasional, para alumni yang berada di birokrasi Eselon 1 dan kepala lembaga pemerintahan, para mentor dari kalangan alumni yang dan mentee (pihak yang dimentorin) terpilih dari kalangan calon lulusan dan alumni baru IPB.*

Baca juga: Himpunan Alumni IPB luncurkan "mentoring leader"

Baca juga: IPB gelar Jambore perlindungan tanaman Indonesia