Jakarta (ANTARA News) - Ketua Umum PBNU Said Aqil Siroj mengecam keras eksekusi mati yang dilakukan Pemerintah Arab Saudi terhadap Tuti Tursilawati, seorang tenaga kerja asal Indonesia.

"Tidak adanya notifikasi dan juga pemberitahuan resmi kepada pihak Perwakilan RI di Arab Saudi merupakan persoalan yang harus disikapi dengan tegas dan serius," kata Said Aqil di Jakarta, Rabu.

Said Aqil berpendapat bahwa situasi tersebut menunjukkan kapada dunia internasional tentang adanya ketertutupan informasi terkait berbagai pelanggaran HAM.

"Tidak transparan. Ada yang ditutup-tutupi. Inilah yang harus diungkap," kata doktor lulusan Universitas Ummul Quro, Mekkah, ini.

Said Aqil mengatakan Pemerintah Indonesia harus segera mengambil langkah-langkah strategis-diplomasi guna melancarkan protes keras atas sikap Pemerintah Arab Saudi.

Said Aqil menilai sikap Arab Saudi dari dulu tetap tidak berubah secara signifikan dalam konteks penghormatan terhadap hak asasi manusia dan kepatuhan pada tata krama diplomasi internasional.

“Kami berduka dan menyampaikan belasungkawa yang mendalam kepada keluarga korban. Namun, yang tidak kalah penting adalah bagaimana kita menyikapi persoalan ini. Ini persoalan yang sangat serius," ujar Said Aqil.

Terkait upaya penyikapan terhadap peristiwa tersebut, Said Aqil menyatakan PBNU akan mendorong dan mendukung pemerintah untuk mencari jalan keluar terbaik bagi persoalan ini.

“Ya, kami akan berkomunikasi dengan Pemerintah," katanya.