Garut, Jawa Barat (ANTARA News) - Kepala Kepolisian Resor Garut, AKBP Budi Wiguna, meminta masyarakat agar video tentang dugaan pembakaran bendera dengan aksara Arab di Kabupaten Garut, tidak disebar lagi karena dikhawatirkan menimbulkan keresahan masyarakat luas.

"Jangan menyebarkan konten-konten yang sifatnya seperti video pembakaran bendera itu lagi," kata dia, kepada wartawan di Garut, Selasa.

Ia menuturkan, Kepolisian Resor Garut sudah menindaklanjuti dugaan pembakaran bendera beraksara Arab, berikut meminta keterangan sejumlah saksi.

Baca juga: Wiranto jelaskan sebab pembakaran bendera bertulisan kalimat tauhid

Aksi yang terekam video itu, dia berharap, tidak disebarluaskan lagi oleh masyarakat, karena khawatir akan semakin memperburuk kondisi dan situasi keamanan di Kabupaten Garut. "Jangan, sudah jelas semua," katanya.

Jika ada pihak yang menyebarkan video itu, kata dia, maka akan ditindaklanjuti polisi. "Kami kejar lagi," katanya. Masyarakat agar memahami situasi kasus pembakaran itu, agar tidak mudah terbawa arus yang akhirnya memiliki asumsi sendiri.

Sejak muncul laporan itu kemudian ditindaklanjuti polisi, kata dia, kondisi keamanan di Kabupaten Garut tetap terjaga dan terkendali. "Sampai detik ini saya nyatakan Garut aman," katanya.