Jakarta (ANTARA News) - Kepala Polsek Kebon Jeruk Jakarta Barat Komisaris Polisi Marbun mengungkapkan seorang korban tewas akibat keributan yang terjadi di Diskotek Bandara Daan Mogot pada Rabu dini hari merupakan salah satu anggota organisasi kemasyarakatan (ormas) di Banten.

"Korbannya anggota ormas," ujar Marbun dalam pesan singkat di Jakarta, Kamis.

Marbun memaparkan, keributan di Diskotek Bandara disebabkan kesalahpahaman antar dua kelompok saat sedang mabuk karena minuman keras.

Sewaktu berjoget, kelompok yang terlibat keributan tersebut saling senggol, sehingga memicu adu mulut. Merasa tidak terima, kedua kelompok sejumlah 20 orang saling menantang untuk berkelahi di luar diskotek sekitar pukul 02.30 WIB.

Keributan tersebut mengakibatkan empat korban luka-luka, dan satu orang tewas dari kelompok ormas akibat tusukan benda tajam dan benturan benda tumpul. Kondisi korban tewas tergeletak di depan halte depan diskotek bandara karena mengalami luka tusuk di bagian perut.

Sementara, empat orang korban luka lainnya yg langsung dibawa ke Rumah Sakit Royal Taruma dan Rumah Sakit Sumber Waras.

Marbun melanjutkan, adanya korban tewas dari pihak ormas tersebut menarik perhatian ratusan anggota ormas lainnya, sehingga mereka membuat acara tabur bunga di tempat kejadian perkara di Diskotek Bandara.

"Ada pengamaman, anggota turun sampai seratus orang karena dikhawatirkan adanya aksi balas dendam, namun acara berlangsung kondusif," jelas Marbun.

Hingga saat ini, Marbun mengatakan pihaknya masih mencari pemicu keributan serta pelaku penganiayaan terhadap korban di Diskotek Bandara.