Batam (ANTARA News) - Pemerintah Kota Batam Kepulauan Riau mengancam mencabut izin restoran dan rumah makan yang tidak mengurus ketentuan layak sehat untuk memberikan kenyamanan dan kepastian kepada masyarakat dan pelancong di kota itu.

"Kalau tak diurus, izin otomatis dicabut karena izin layak sehat merupakan syarat beroperasinya restoran," kata Kepala Dinas Kesehatan Kota Batam, Didi Kurmarjadi di Batam, Senin.

Ia mengatakan, dari sekitar 600 usaha restoran dan rumah makan yang tercatat di kota itu, hanya 170 usaha diantaranya yang sudah mengantongi izin layak sehat.

Menurut dia, izin layak sehat merupakan standar yang harus dimiliki pelaku usaha makanan di kota itu. "Minimal standar terendah. Yang paling penting mereka mengurus izinnya dulu. Kalau peningkatan mutu sanitasinya nanti ada tim yang bantu," kata dia.

Didi menegaskan, pengurusan izin layak sehat untuk restoran, rumah makan dan kedai kopi tidak dipungut bayaran.

Tim dari Dinas Kesehatan hanya dapat ke tempat usaha, untuk mengecek dapur, penyimpanan bahan makanan, penggunaan air bersih dan kelembaban udara.

"Tempat mengolahnya juga dicek. Untuk itu yang belum urus tapi sudah buka usaha makanan silakan datang ke dinas," kata dia.

Sebelumnya, Wali Kota menegaskan kepada seluruh pelaku usaha restoran, rumah makan dan kedai kopi untuk menjaga higienitas tempat usahanya, demi kenyamanan konsumen, yang merupakan warga kota dan pelancong.

Apalagi, bila Batam ingin menjadi lokasi destinasi wisata internasional, harus menjaga kebersihan dan kenyamanan di setiap tempat, termasuk restoran dan rumah makan. "Kenyamanan nomor satu, kalau kita ingin mereka berlama-lama di Batam," kata dia.

Ia mengakui, saat ini Batam merupakan kota ketiga dengan angka kunjungan wisman tertinggi di Indonesia. Sayangnya, lama tinggal wisman di Batam, masih rata-rata kurang dari dua hari.

Karenanya ia mengajak seluruh pihak menjaga kebersihan dan kenyamanan kota. "Kalau wisman lama di sini, makin banyak uang yang masuk berputar," kata dia.*

Baca juga: Wali Kota Batam kumpulkan sumbangan di jalanan

Baca juga: Batam masa depan utama perdagangan dan logistik regional