Jakarta (ANTARA News) - Peluang tim catur Indonesia untuk mendulang medali emas semakin besar dengan kemenangan Debi Ariesta di kelas VI-B1 (buta total) standar perorangan wanita dan Simanja Nasip Farta di kelas PI (daksa) pada babak keenam.

Dari pertandingan babak keenam yang berlangsung di GOR Cempaka Putih Jakarta, Selasa, Debi Ariesta berhasil mengumpulkan 5,5 poin dengan mengalahkan pecatur Iran Zarezadeh Shahrak Leila yang tetap di 3,5 poin.

Sementara Simanja Nasip Farta menang dan meraih poin 5,5 atas pecatur Filipina Angot Cheryl yang tertinggal 2,5 poin.

Mereka berhasil mengumpulkan poin tertinggi di kelas masing-masing sehingga hampir dipastikan berpeluang besar meraih emas.

Baca juga: Edy Suryanto targetkan dua emas di APG

Sementara untuk kelas VI-B1 pria, Hendi Wirawan masih menjadi unggulan meski ia harus kalah menghadapi pecatur Filipina Ching Francis yang unggul setengah poin dari 4,5 poin yang diraih Hendi.

Sebelumnya, Koordinator National Paralympic Committee (NPC) catur Indonesia Tedy Wiharto mengatakan Indonesia berpeluang meraih emas di tiga kelas yaitu VI-B1 pria dan wanita serta PI wanita.

Laga penentuan untuk catur standar perorangan akan berlangsung pada Rabu (10/10) di GOR Cempaka Putih, Jakarta diakhiri dengan ceremony medali. Selanjutnya akan dilanjutkan dengan catur cepat.

Baca juga: Indonesia berpeluang besar raih emas pada tiga kelas cabang catur

Baca juga: Tim catur Indonesia menangkan tujuh pertandingan babak ketiga