Pati (ANTARA News) - Masyarakat di Kabupaten Pati, Jawa Tengah, harus waspada terhadap berita bohong (hoaks) menjelang Pemilu 2019 agar tidak mudah terprovokasi, kata Bupati Pati Haryanto.

Di sela Deklarasi Pemilu Damai di halaman Plaza Pragola Pati, Sabtu, dia mengingatkan masyarakat untuk tidak langsung percaya ketika mendapatkan berita secara berantai di media sosial.

"Sebaiknya dilakukan pengecekan terlebih dahulu," katanya di sela acara yang diselenggarakan oleh Bawaslu Pati.

Selain Bupati Pati Haryanto, hadir pula Wakil Bupati Pati Saiful Arifin, Desk Pilkada, jajaran KPU Kabupaten Pati, Forkompimda, dan Bawaslu Pati, serta sejumlah pengurus partai politik peserta pemilu, ormas, dan unsur kemahasiswaan.

Agar pelaksanaan pemilu serentak berjalan dengan baik, kata Haryanto, ada empat komponen yang harus dipenuhi, yakni KPU dan jajarannya, Bawaslu, partai politik, dan calon legislatif.

Kalaupun terjadi gesekan, menurut dia, biasanya antarcalon yang masih satu partai karena di satu daerah pemilihan nantinya akan terjadi perlombaan untuk mendapat suara terbanyak.

Untuk itu, dia mengimbau penyelenggara pemilu dan peserta bersikap proporsional dan profesional dalam menjalankan tanggung jawabnya.

Meskipun saat ini masih belum ada permasalahan, penyelenggara pemilu tetap mengantisipasi kemungkinan terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan.

Ia meminta Bawaslu Pati untuk menciptakan pemilu damai tanpa ada pelaporan, seperti pilkada dan pemilihan gubernur belum lama ini.

Ketua Bawaslu Ahmadi menegaskan bahwa KPU maupun Bawaslu telah melaksanakan sosialisasi teknis maupun pengawasan.

Sosialisasi tidak hanya tingkat kabupaten, tetapi hingga tingkat kecamatan sampai desa dengan harapan agar masyarakat mendapat edukasi tentang pengawasan partisipasi masyarakat dalam pelaksanaan pemilu mendatang.