Jakarta (ANTARA News) - Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Fadli Zon menyatakan siap jika dirinya dilaporkan ke Kepolisian maupun ke Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD) menyusul pernyataan Ratna Sarumpaet yang mengakui dirinya tidak dikeroyok.

"Saya yang mendapat cerita bahwa Ratna Sarempaet dikeroyok oleh orang tidak dikenal menjadi berempati. Ratna yang selama ini saya kenal adalah orang yang berintegritas tinggi dan selalu membela rakyat," kata Fadli Zon kepada pers di Gedung MPR/DPR/DPD RI, Jakarta, Kamis.

Menurut Fadli Zon, ternyata pada kesempatan berikutnya, Ratna mengaku wajahnya bengkak bukan karena dikeroyok orang, tapi karena operasi plastik."Saya menyayangkan sikap Ratna Sarumpaet yang ternyata membohongi publik dengan mengaku telah dianiaya oleh orang tak dikenal," katanya.

Wakil Ketua MPR RI ini menambahkan, jika pernyataannya yang membela Ratna Sarumpaet akan dilaporkan ke Kepolisian atau ke MKD dirinya mempersilakan. "Kalau saya mau dilaporkan silakan saja. Namun yang penting penanganan oleh Kepolisian tidak standar ganda," katanya.

Fadli menceritakan, dirinya pernah melaporkan politisi Partai Nasdem Victor Laskodat ke Keplisian, tapi ternyata laporannya tak ditindaklanjuti dengan alasan memiliki hak imunitas sebagai anggota DPR RI. "Jangan sampai karena saya berada di luar pemerintahan, lalu diperlakukan tidak adil," katanya.

Fadli mempersilakan, jika pembelaan dirinya kepada Ratna Sarumpaet akan dilaporkan ke Kepolisian. Menurut dia, Partai Gerinda pun merasa dirugikan dengan sikap Ratna Sarumpaet yang melakukan pembohongan. "Kami tidak biasa berbohong. Pak Prabowo juga begitu tahu Ratna berbohong, dia langsung meminta maaf," katanya.

Baca juga: Tim Pembela Demokrasi laporkan Prabowo-Fadli ke Bareskrim
Baca juga: Polda Metro tetap proses kasus Ratna Sarumpaet CS