Jakarta, 30/9 (ANTARA News) - BPJS Ketenagakerjaan sedang mendata untuk memastikan jumlah peserta programnya yang menjadi korban musibah gempa dan tsunami di Palu, Donggala dan daerah lain untuk kemudian diberi haknya berupa santunan dan perawatan sesuai ketentuan.

"Kami turut berduka atas musibah gempa dan tsunami yang terjadi di Donggala dan Palu. Semoga keluarga korban yang terkena musibah tabah dalam menghadapi musibah ini," kata Direktur Pelayanan BPJS Ketenagakerjaan Khrisna Syarif dalam siaran persnya yang diterima di Jakarta, Minggu.

BPJS Ketenagakerjaan akan memberikan layanan jemput bola kepada perusahaan dan pihak keluarga untuk memastikan seluruh peserta yang terkena musibah mendapatkan haknya.

Selain layanan pendataan ke lapangan, BPJS Ketenagakerjaan juga membuka pusat layanan (contact center) di nomor telepon 1500910 atau dapat melalui kantor cabang terdekat di Kota Donggala dan Palu.

"Diharapkan melalui layanan ini, masyarakat dapat membantu menginformasikan kepada kami bila ada keluarga, tetangga atau kerabat yang menjadi peserta kami terkena dampak dari musibah yang terjadi," kata Khrisna.

Peserta yang sedang bekerja pada saat musibah terjadi, akan menerima layanan perawatan dan pengobatan sampai sembuh tanpa batasan biaya sesuai indikasi medis dan korban yang meninggal dunia akan mendapatkan santunan sebesar 48 kali upah yang dilaporkan.

Badan Nasional Penanggulangan Bencana menyampaikan data terbaru korban meninggal dunia akibat gempa dan tsunami di Palu dan Donggala, Sulawesi Tengah, menjadi 832 jiwa.

Kepala Pusat Informasi dan Komunikasi BNPB, Sutopo pada konferensi pers di Graha BNPB Jakarta Timur, Minggu, menyebutkan korban meninggal dunia di Kota Palu tercatat 821 orang dan di Donggala 11 orang.

Hingga hari ini (Minggu,30/9) pukul 13.00 WIB ada laporan dari PMI Pusat bahwa ada 11 orang meninggal akibat gempa di Kabupaten Donggala, ujarnya. ***4***

Baca juga: Presiden Korea Selatan sampaikan keprihatinan gempa Sulawesi

Baca juga: ACT tangkal hoax bangun pusat informasi di Palu