Kendari (ANTARA News) - Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Perbendaharaan Kementerian Keuangan Provinsi Sulawesi Tenggara mencatat realisasi penyaluran kredit usaha rakyat (KUR) sepanjang 2018 mencapai Rp1,094 triliun.

"Data penyaluran KUR itu terhitung mulai 1 Januari sampai 25 September 2018," kata Kepala Kantor Wilayah (Kakanwil) Direktorat Jenderal Perbendaharaan Sultra Ririn Qadariyah di Kendari, Kamis.

Ia mengatakan penyaluran KUR tersebut diberikan kepada 36.337 debitur yamg tersebar di 17 kabupaten kota se-Sultra.

"Sektor perdagangan besar dan eceran masih mendominasi penyaluran KUR di Sultra yakni mencapai 56,55 persen atau sebanyak 20.605 debitur," katanya.

Dijelaskan, program KUR adalah kredit pembiayaan modal kerja atau investasi kepada debitur individu atau perorangan, badan usaha, dan atau kelompok usaha yang produktif dan layak, namun belum memiliki agunan tambahan atau agunan tambahannya belum cukup.

"Penyaluran KUR dilakukan oleh lembaga keuangan atau koperasi yang memenuhi persyaratan yang ditetapkan oleh pemerintah," katanya.

Pemerintah, kata Ririn, memberikan subsidi bunga atau margin penyaluran KUR sebesar selisih antara tingkat bunga atau margin yang diterima oleh penyalur KUR dengan tingkat bunga atau margin yang dibebankan kepada penerima KUR.

"Saat ini, tingkat suku bunga debitur sebesar tujuh persen. Penerima KUR adalah perseorangan atau kelompok usaha bersama yang mempunyai usaha produktif dan memenuhi persyaratan yang ditetapkan oleh pemerintah," katanya.

Tujuan penyaluran KUR, kata dia, adalah meningkatkan dan memperluas akses pembiayaan kepada usaha produktif, meningkatkan kapasitas daya saing usaha mikro, kecil, dan menengah serta mendorong pertumbuhan ekonomi dan penyerapan tenaga kerja.

Baca juga: Realisasi KUR 70,9 persen hingga Agustus 2018
Baca juga: Pemerintah terus pangkas suku bunga KUR