Lombok Barat, (ANTARA News) - Tim pencarian dan pertolongan (SAR) gabungan menghentikan pencarian terhadap turis asal Korea Selatan (Korsel) bernama Park Ji Su yang hilang di perairan laut Gili Trawangan, Kabupaten Lombok Utara, Nusa Tenggara Barat, Rabu (12/9).

Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Mataram, I Nyoman Sidakarya, di Lombok Barat, Jumat, mengatakan pencarian telah dilakukan selama 10 hari, namun titik terang tanda-tanda keberadaan korban tidak berhasil ditemukan.

"Sesuai dengan hasil koordinasi dengan pihak Kedutaan Besar Korsel yang berada di Jakarta, kami menghentikan pencarian dan dilanjutkan dengan pemantauan," katanya.

Selama 10 hari pencarian, kata dia, tim SAR gabungan telah berusaha semaksimal mungkin mencari wisatawan asing tersebut.

Upaya pencarian dilakukan dengan menyisir daratan dan perairan laut hingga penyelaman di sekitar lokasi kejadian.

Tim SAR gabungan yang terlibat melakukan pencarian berasal dari anggota Kantor Pencarian dan Pertolongan Mataram, klub penyelam dan nelayan setempat.

Sidakarya menyatakan sudah memaksimalkan upaya pencarian dengan menambah jumlah personel dan perahu karet serta mengerahkan alat utama, yaitu kapal Rescue Boat 220 Mataram, pada hari ke-8 setelah kejadian.

"Kami juga memperluas area pencarian di sekitar Gili trawangan, Gili Meno, dan Gili Air. Namun, hingga masa perpanjangan dan upaya pencarian berakhir, Park Ji Su tidak berhasil ditemukan," katanya.

Dia meminta masyarakat maupun instansi terkait untuk menghubungi kantor Basarnas Mataram di (0370) 633253 atau panggilan darurat 115 jika menerima informasi tentang keberadaan korban.

Park Ji Su (22), dilaporkan hilang tenggelam bersama teman prianya bernama Seo Hyeong Do (18), ketika melakukan
snorkling di perairan Gili Trawangan, pada Rabu (12/9), sekitar pukul 16.00 WITA.

Sekitar setengah jam kemudian Seo Hyeong Do, ditemukan tidak bernyawa di pesisir pantai tanpa menggunakan pelampung dan fin.*

Baca juga: Turis mancanegara tersesat di TNTP sudah ditemukan

Baca juga: Turis Korsel ke Indonesia semakin banyak saja