Jakarta (ANTARA News) - Pembangkit Listrik Tenaga Bayu (PLTB) Tolo I berkapasitas 72 MW di Kabupaten Jeneponto, Provinsi Sulawesi Selatan, siap dioperasikan pada 21 November 2018.

Keterangan pers Kementerian ESDM di Jakarta, Jumat menyebutkan Menteri ESDM Ignasius Jonan didampingi Dirjen Energi Baru, Terbarukan, dan Konservasi Energi (EBTKE) Kementerian ESDM Rida Mulyana dan Anggota Komisi VII DPR Tamsil Linrung pada Jumat ini melakukan kunjungan kerja ke PLTB Tolo I.

Pembangkit tersebut merupakan bagian Proyek Percepatan Pembangunan Pembangkit 35.000 MW sekaligus bagian dari upaya pemerintah mencapai target bauran energi nasional 23 persen yang berasal dari energi baru terbarukan (EBT) pada 2025.

Pada kesempatan kunjungan tersebut, Jonan mengapresiasi progres pembangunan PLTB Tolo I yang saat ini telah mencapai 96,68 persen atau lebih cepat dari yang sudah ditargetkan sehingga masyarakat dapat segera menikmati manfaatnya.

"Saya mengucapkan terima kasih, ini proyek progresnya baik, penyelesaiannya lebih cepat beberapa bulan dari yang sudah ditargetkan dan juga saya sangat berkesan dengan adanya kerja sama dan kontribusi yang baik dengan masyarakat sekitar," ujarnya.

Selain target penyelesaian proses konstruksi yang lebih cepat dari target, Jonan juga mengapresisasi kerja sama PT Energi Bayu Jeneponto, pengembang PLTB Tolo I, dengan masyarakat dalam bentuk tanggung jawab sosial kemasyarakatan (corporate social responsibility/CSR).

"Kerja sama pihak manajemen PLTB Tolo I dengan masyarakat menurut saya bisa dijadikan percontohan, karena masih banyak juga proyek pembangunan besar di bidang kelistrikan juga energi, kerja samanya luar biasa, kita mengucapkan banyak terima kasih," lanjutnya.

PLTB Tolo I berlokasi di Kampung Lengke-lengkese, Kecamatan Binamu, Jeneponto, Sulawesi Selatan.

Pembangkit tersebut memiliki 20 turbin, yang masing-masing pelat berkapasitas 3,6 MW dengan panjang blade 63 meter.
Lanskap Pembangkit Listrik Tenaga Bayu (PLTB) Tolo I berkapasitas 72 MW di Kampung Lengke-lengkese, Kecamatan Binamu, Kabupaten Jeneponto, Provinsi Sulawesi Selatan, Jumat (21/9/2018). (Foto Humas Kementerian ESDM)


Sementara, tarif sesuai perjanjian jual beli listrik (power purchase agreement/PPA) antara Konsorsium PT Redaya Energy Pte dan PT Global Pacific Energy dengan PT PLN (Persero) adalah 11,85 sen dolar AS per kWh.

PLTB Tolo I, yang ditargetkan beroperasi komersial (commercial on date/COD) pada 21 November 2018 dibangun dengan investasi 160,7 juta dolar AS.

Kontraktor utama konstruksi adalah PT Pembangunan Perumahan Tbk dengan tingkat kandungan komponen dalam negeri mencapai 42 persen.

Peletakan batu pertama (groundbreaking) PLTB dilaksanakan pada 2 Juli 2018 oleh Presiden Joko Widodo bersamaan dengan peresmian PLTB Sidrap juga di Sulsel.

Sementara itu, pemanfaatan tenaga asing selama masa konstruksi proyek hanya 27 orang dan saat ini dari 250 orang pekerja domestik, 122 orang di antaranya adalah tenaga kerja lokal.

Nantinya, tenaga kerja asing pada saat operasi direncanakan hanya satu orang saja.