Jakarta (ANTARA News) - Komisi Pemilihan Umum (KPU) menggelar rapat pleno tentang rekapitulasi daftar pemilih tetap (DPT) hasil perbaikan tingkat nasional di Kantor KPU RI, Jakarta Pusat, Minggu.

Rapat tersebut membahas penyisiran data pemilih setelah Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) dan koalisi pendukung pasangan bakal calon presiden dan wakil presiden Prabowo Subianto-Sandiaga Uno menemukan pemilih ganda pada DPT.

"Rapat ini saya nyatakan terbuka dan dibuka untuk umum," kata Ketua KPU Arief Budiman saat membuka rapat.

Arief mengatakan KPU akan memberikan semua pihak mengutarakan pendapatnya mengenai rekomendasi Bawaslu RI. Rapat akan ditindaklanjuti dengan penyampaian hasil perbaikan.

"Nanti penutupnya akan dilakukan penyampaian hasil rekapitulasi," tutur Arief.

Sebelumnya, dalam DPT Pemilu 2019 yang ditetapkan KPU pada 5 September 2018, terdapat 187.781.884 pemilih yang terdaftar. Jumlah rincinya, 185 juta di dalam negeri, sekitar 2 juta di luar negeri.

Komisioner KPU Viryan Azis sebelumnya menyatakan optimistis pihaknya dapat menyelesaikan pembersihan data ganda di DPT tepat waktu.

"Harapan kami bersih sama sekali dan kami komitmen pada hal tersebut," kata Viryan.

KPU, kata dia, tak ingin DPT ganda dimanfaatkan pihak tertentu di Pemilu 2019. Viryan ingin pemilu tahun depan dapat berkualitas tanpa terganggu dengan masalah pemilih ganda.

"Kami tidak ingin data-data semacam ini dimanfaatkan oleh pihak-pihak tidak bertanggung jawab, kami ingin DPT bersih dan pemilunya berkualitas," ujarnya.

Rapat pleno itu hadir Dirjen Dukcapil Zudan Arif Fakrulloh, Bawaslu RI, KPU provinsi, serta perwakilan partai politik peserta pemilu 2019.