Jakarta (ANTARA News) - Menteri Luar Negeri RI Retno Marsudi melakukan kunjungan ke Jerman untuk membahas penguatan kerja sama ekonomi dengan Menteri Luar Negeri Jerman Heiko Maas.

"Kami telah mendiskusikan berbagai isu untuk memperkuat hubungan bilateral, juga untuk meningkatkan kerja sama ekonomi," ujar Menlu Retno dalam video pernyataan pers bersama dengan Menlu Maas yang diterima Antara di Jakarta, Jumat.

Jerman merupakan investor terbesar keempat bagi Indonesia dan mitra dagang terbesar di Eropa dengan total perdagangan kedua negara sebesar 6,2 miliar dolar AS pada 2017.

Dalam sektor pariwisata, kata Retno, jumlah wisatawan Jerman yang berkunjung ke Indonesia meningkat dari 231 ribu wisatawan pada 2016 menjadi 260 ribu wisatawan pada 2017.

Melihat besarnya potensi kerja sama yang bisa dikembangkan, kedua menlu menyambut baik rencana penyelenggaraan Asia Pacific Business Conference yang akan dilaksanakan pada 2-3 November 2018 di Indonesia, dan dihadiri oleh para CEO dan pengusaha besar dari Jerman.

Indonesia dan Jerman juga akan kembali bekerjasama dalam perundingan putaran keenam perjanjian perdagangan bebas antara Indonesia dan Uni Eropa (Indonesia-EU CEPA) yang diselenggarakan pada Oktober 2018 di Indonesia.

"Kesepakatan ini diharapkan bisa mempercepat pertumbuhan dagang antara Indonesia dan negara-negara Uni Eropa, termasuk Jerman," tutur Menlu Retno.

Baca juga: Indonesia-EU CEPA berpotensi tingkatkan pasar industri tekstil

Uni Eropa merupakan mitra dagang strategis bagi Indonesia dengan total perdagangan kedua negara pada tahun 2017 tercatat sebesar 29 miliar dolar AS.

Di lain pihak, investasi negara-negara anggota Uni Eropa di Indonesia masih jauh dari potensinya. Hal ini mengingat Indonesia merupakan critical mass di ASEAN dan seharusnya dapat menjadi regional production hub bagi perusahaan-perusahaan Eropa untuk merambah pasar Asia Tenggara dan sekitarnya.

Pada tahun 2017, investasi Uni Eropa di Indonesia senilai 2,9 miliar dolar AS.

Perundingan Indonesia-EU CEPA diluncurkan secara resmi melalui Joint Announcement di Jakarta dan Brussels pada 18 Juli 2016, kemudian diikuti kick-off meeting pada 20-21 September 2016 di Brussels, Belgia.

Perundingan tersebut dilanjutkan di putaran kedua pada Januari 2017 di Bali, putaran ketiga pada September 2017 di Brussels, putaran keempat pada Februari 2018 di Surakarta, serta putaran kelima di pada Juli 2018 di Brussels.

Baca juga: Menlu: Hubungan RI dan EU makin kokoh

Baca juga: Presiden Jokowi minta PM Rutte bantu lancarkan negosiasi "CEPA" RI-UE

Baca juga: Kemitraan Indonesia-EU CEPA peluang tarik industri komponen Eropa