Mekkah (ANTARA News) - Beberapa jamaah haji Indonesia menyewa kursi roda untuk menuju lokasi jumrah di Jamarat pada Hari Tasyrik dari tenda mereka di kawasan Mina, Arab Saudi, Kamis.

"Saya minta kursi roda, ada kontak orang kita yang menghubungkan dengan yang menawarkan jasa," kata Sun, jamaah perempuan asal Jambi.

Sun mengatakan membayar 100 Riyal Saudi atau setara dengan Rp400 ribu untuk menyewa jasa kursi roda dari tenda Mina ke Jamarat yang jaraknya sekitar dua kilometer.

Sun yang usianya tergolong lanjut memilih menyewa jasa kursi roda sekaligus pendorongnya. Alasannya, dia tidak mampu berjalan jauh tetapi tetap ingin melakukan lempar jumrah meski amalan wajib haji itu bisa diwakilkan kepada orang lain.

Menurut dia, lebih baik melempar jumrah sendiri dibanding membadalkan itu karena mumpung di Tanah Suci ia seharusnya bisa melakukan sendiri salah satu wajib haji itu.

Berdasarkan pengamatan Antara, terdapat banyak orang terutama warga lokal yang menawarkan jasa kursi roda. Mereka menawarkan jasa itu dengan harga yang bervariasi tergantung dengan kesepakatan.

Jika jamaah bisa menawar dengan baik maka bisa didapatkan harga sewa yang tergolong miring. Hanya saja untuk melakukan tawar menawar diperlukan kecakapan Bahasa Arab, terutama dialek `Amiyah yang memiliki perbedaan dengan gaya bahasa di Al Qur`an.

Dialek `Amiyah merupakan Bahasa Arab percakapan sehari-hari yang digunakan warga di banyak tempat di Jazirah Arab.

Jamaah haji Indonesia saat ini mulai bergerak seluruhnya ke Mekkah dari Mina. Terdapat dua gelombang jamaah Indonesia menuju Mekkah, pertama bagi mereka yang menempuh Nafar Awal kembali ke Mekkah pada 23 Agustus. Sementara rombongan yang mengambil Nafar Sani mulai kembali pada 24 Agustus.

Baca juga: Laporan dari Mekkah - Menag evaluasi layanan kursi roda untuk jamaah
Baca juga: Laporan dari Mekkah - Jamaah sebagian bergerak ke Mekkah bertawaf ifadhah