Jakarta (ANTARA News) - Lifter andalan Indonesia Eko Yuli Irawan yang turun pada kelas 62 kilogram mempersembahkan medali emas pertama dari cabang angkat besi Asian Games 2018 setelah mengumpulkan total angkatan 311 kg.

Dalam pertandingan di JI Expo, Kemayoran, Jakarta, Selasa, yang diikuti 15 lifter dan disaksikan Presiden Joko Widodo bersama Menko PMK Puan Maharani serta Menpora Imam Nahrawi, ia berhasil meraih total angkatan 311 kg dari jenis angkatan snatch 141 kg dan clean and jerk 170 kg.

"Ini kemenangan untuk Indonesia," kata Eko.

Dia menjelaskan, sejak awal tidak berjanji untuk meraih medali emas karena harus melihat situasi dan kondisi di lapangan.

"Kita bersama pelatih selalu melihat peluang dan kondisi angkatan lawan. Kita harus mencoba meninggalkan lawan lebih jauh, sehingga mereka tidak akan berani menaikkan angkatan yang cukup tinggi," kata dia.

Sementara pelatih kepala angkat besi Indonesia untuk Asian Games 2018, Dirdja Wihardja mengatakan untuk melakukan itu melakukan strategi kemenangan. Jika ada peluang emas, maka harus dipertahankan tidak harus mengejar rekor.

"Setelah kita lihat lawan posisinya cukup aman untuk ditinggal, maka ada upaya untuk membuat rekor," kata dia.

Eko selama pertandingan di jenis angkatan snatch gagal satu kali angkatan yakni pada kesempatan ketiga dengan berat barbel 145 kg, sedangkan angkatan pertama 137 kg dan 141 kg berhasil dilakukan.

Sementara di jenis angkatan clean and jerk,Eko pun sekali gagal yakni pada angkatan ketiga seberat 175 kg. Sedangkan pada angkatan pertama 165 kg dan 170 kg.

Lifter Vietnam Trinh Van Vinh meraih perak dengan total angkatan 299 kg yakni dari snatch 133 kg dan 166 kg, serta medali perunggu milik lifter Uzbekistan Adkhamjon Ergashev setelah berhasil mengangkat barbel dengan total 298 kg.