Jakarta (Antara) - Presiden Joko Widodo mengatakan pembangunan manusia merupakan investasi untuk menghadapi masa depan demi melapangkan jalan menuju Indonesia maju.
"Kita persiapkan manusia Indonesia menuju manusia yang unggul sejak dalam masa kandungan sampai tumbuh secara mandiri untuk meningkatkan kesejahteraan diri dan keluarganya," kata Presiden Joko Widodo pada Sidang Tahunan MPR Tahun 2018 di Gedung MPR/DPR/DPD RI, Jakarta, Kamis.
Presiden mengatakan bangsa Indonesia harus bekerja memastikan setiap anak Indonesia dapat lahir dengan sehat, tumbuh dengan gizi yang cukup dan bebas dari "stunting" atau tumbuh kerdil.
Ketika memasuki usia sekolah tidak boleh ada lagi anak-anak, termasuk anak yatim piatu, yang terpaksa putus sekolah karena alasan biaya pendidikan yang tidak terjangkau.
"Komitmen itu kita wujudkan melalui pembagian Kartu Indonesia Pintar, yang pada 2017 sudah mencapai lebih dari 20 juta peserta didik, serta perluasan penyaluran program beasiswa Bidik Misi bagi mahasiswa," jelasnya.
Presiden mengatakan bangsa Indonesia tidak pernah berhenti bekerja agar rakyat Indonesia sejahtera. Karena itu, pendidikan adalah tangga penting bagi manusia Indonesia untuk meraih kesejahteraan yang lebih baik.
Presiden Joko Widodo memberikan pidato pada Sidang Tahunan MPR Tahun 2018. Hadir pada Sidang tersebut Wakil Presiden Jusuf Kalla, para pejabat negara, menteri Kabinet Kerja, perwakilan negara-negara sahabat, mantan presiden Bacharuddin Jusuf Habibie dan Megawati Sukarnoputri, serta mantan wakil presiden Try Sutrisno dan Boediono.

Baca juga: Pemerintah distribusikan 1,9 juta KIP untuk santri-anak yatim
Baca juga: Mendikbud dorong pencairan KIP hingga pelosok daerah