Jakarta (ANTARA News) - PT Angkasa Pura I menyatakan kegiatan operasional Bandara Internasional Lombok Praya, Nusa Tenggara Barat, sudah kembali normal, setelah gempa bumi berkekuatan 7 SR mengguncang pulau tersebut pada Minggu pukul 19.46 Wita.

"Tidak ada kerusakan pada fasilitas sisi udara (airside) seperti runway, taxiway, dan apron. Hanya ada kerusakan minor pada fasilitas di terminal," ujar Corporate Communication Senior Manager AP I Awaluddin dalam keterangan tertulisnya yang diterima di Jakarta, Minggu.

Sekitar pukul 20.00 Wita, jaringan listrik bandara sempat padam kemudian pegawai bandara dan penumpang segera dievakuasi ke luar terminal. Namun, menjelang pukul 20.30 para calon penumpang sudah kembali ke ruang tunggu terminal.

Selain Lombok, gempa bumi juga berdampak pada Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai, Bali.

Meski gempa bumi mengakibatkan beberapa kerusakan fasilitas pendukung di terminal, tidak ada kerusakan pada fasilitas sisi udara sehingga operasional Bandara Internasional Ngurah Rai berjalan normal.

"Saat ini, untuk menjaga keamanan dan keselamatan penumpang kami sedang meninjau dan melakukan pembersihan terhadap berbagai sarana serta fasilitas di seluruh area, baik di terminal dan sisi udara yang terdampak gempa," kata Awaluddin.

Sebelumnya, gempa bumi berkekuatan 7 SR mengguncang Lombok, NTB hingga terasa di Bali dengan guncangan yang kuat.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyebutkan gempa yang berpusat di darat pada kedalaman 10 kilometer yang berlokasi sekitar 18 kilometer barat laut Lombok Timur itu berpotensi tsunami.

Selang beberapa menit kemudian tepatnya pukul 20.49 WITA gempa bumi dengan intensitas menurun berkekuatan 5,6 SK kembali terjadi.

Saat ini BMKG telah menonaktifkan peringatan dini tsunami.

Baca juga: Listrik di kota Mataram padam pascagempa 7 SR

Baca juga: Bandara Ngurah Rai beroperasi normal pascagempa Lombok

Baca juga: BMKG nyatakan peringatan dini tsunami berakhir