Jakarta (ANTARA News) - Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan meminta para Wali Kota dan Bupati untuk melakukan pencegahan terhadap penyalahgunaan narkoba di lingkungannya.

Saat ini Jakarta angka penyalahgunaan narkoba tertinggi di Indonesia.

"Ini salah satu PR yang saya berikan kepada para Wali Kota baru. Apa PRnya adalah soal pengamanan lingkungan masyarakat kita. Karena itu instruksi saya pada mereka semua, datang ke warga," kata Anies di Balai Kota DKI Jakarta, Selasa.

Para Wali Kota setiap malam sekarang melakukan pertemuan dengan tokoh - tokoh masyarakat, katanya.

"Untuk bisa kita mengaktifkan pengamanan itu, karena narkoba itu dua, sisi supply dan sisi demand. Sisi supply dikerjakan oleh BNN dan kepolisian karena mereka memangkas peredaran sisi demand adalah menjaga agar jangan masyarakat mencari dan menurunkan potensi addict yang baru," kata Anies.

Untuk menurunkan potensi para pengguna yang baru artinya masyarakat harus ada pencegahan dan itu sekarang coba diaktifkan melalui Walikota, katanya.

"Kita ingin nanti bekerjasama dengan Pak RT, RW untuk bisa menjadi benteng di tiap-tiap kampung dalam mencegah dan melaporkan bila ada kejadian serta waspada atas potensi ini dan saya setuju sekali itu," kata Gubernur.

Terkait adanya lima tempat hiburan yang di kawasan Jakarta Utara dan Jakarta Barat yang menurut Deputi Pemberantasan Badan Narkotika Nasional (BNN), Irjen Pol Arman Depari, diduga tempat peredaran narkoba.

"Menurut saya begini bila perlu melakukan langkah tindakan hukum langsung bergerak saja Kami turut mendukung jadi karena yuridiksi untuk itu wewenang untuk melakukan tindakan ada pada aparat kepolisian," kata Anies.

Jadi aparat kepolisian kalau sudah namanya peredaran aparat kepolisian dan BNN bertindak, maka didukung, katanya.