Praya (ANTARA News) - General Manager Lombok Internasional Airport di Praya, Kabupaten Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat I Gusti Ngurah Ardita mengungkapkan aktivitas penerbangan dan operasional bandara tetap berjalan normal pasca-erupsi Gunung Agung di Pulau Bali.

"Saat ini operasional bandara masih normal. Adapun yang berdampak adalah penerbangan menuju dan dari Bali," kata I Gusti Ngurah Ardita di Praya, Jumat.

Sehingga, tambah Ardita, empat penerbangan dari dan menuju Bali melalui Lombok Internasional Airport (LIA) harus dibatalkan akibat penutupan Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai, Bali.

"Untuk sementara penerbangan keberangkatan sebanyak 4 penerbangan yaitu Wings Air IW 1851 & IW 1883, Garuda Indonesia GA 7049 dan Lion Air JT 659 dengan jumlah penumpang keseluruhan sebanyak 388 orang. Sedangkan untuk penerbangan kedatangan yang berdampak satu penerbangan yakni Lion Air JT 658 dengan jumlah penumpang diperkirakan sebanyak 200 orang," jelasnya.

Saat ini, menurutnya tim safety LIA terus memantau perkembangan dari dampak erupsi Gunung Agung. Tidak hanya itu, pihak bandara juga melakukan koordinasi dengan instansi terkait seperti BMKG dan Perum LPPNPI untuk perkembangan selanjutnya.

Direktorat Jenderal Perhubungan Udara mengeluarkan NOTAMN A2551/18 tanggal 29 Juni 2018 yang ditujukan kepada seluruh maskapai dan bandar udara di dunia terkait dengan penutupan kegiatan operasional Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai Bali dikarenakan dampak debu vulkanik (volcanic ash) erupsi Gunung Agung. Penghentian operasional Bandar Udara akan dilakukan selama 16 jam terhitung pada hari Jumat (29/6) pukul 03.00 WITA sampai dengan pukul 19.00 WITA.

Baca juga: Erupsi Gunung Agung membuat dua bandara di Jawa Timur ditutup

Baca juga: Debu Vulkanik Gunung Agung menjauhi Bali