Bogor (ANTARA News) - Calon Wali Kota Bogor petahana Bima Arya Sugiarto mengatakan hasil hitung cepat lembaga survei yang menyatakan dirinya unggul menunjukkan warga Kota Bogor telah memberi restu baginya.

"Hasil hitung cepat yang Inshaa Allah valid menunjukkan bahwa warga Kota Bogor telah memberikan restunya bagi saya untuk menuntaskan ikhtiar perubahan di Kota Bogor," kata Bima dalam keterangan persnya di Saung pemenangan Bima dan Didie, Selasa.

Berdasarkan hasil hitung cepat yang dilakukan lembaga survei Charta Politica, data yang masuk 93,5 perden, dengan jumlah partisipasi pemilih 70,78 perden, dan jumlah sampel 200 menunjukkan pasangan Bima dan Didie A Rachim unggul dengan perolehan 44,02 persen.

Menyusul di posisi kedua pasangan Achmat Ru`yat dan Zaenul Muttaqin dengan perolehan 30,80 persen.

Pasangan Edgar Suratman dan Sefwelly Gynanjar memperoleh suara 12,66 perden, disusul pasangan Dadang Danubrata dengan Sugeng Teguh Santoso dengan perolehan 12,52 persen.

Sementara itu, berdasarkan hasil hitung riil dengan data masuk sebanyak 898 TPS atau 50,36 perden dari total keseluruhan TPS yakni 1.785 dengan perolehan sementara 107.983 suara juga menunjukkan Bima dan Didie unggul 44,7 persen.

Pasangan Achmad Ru`yat dan Zaenul Muttaqin memperoleh 29,9 persen suara, disusul Dadang Danubrata dan Sugeng Teguh Santoso dengan perolehan 12,9 persen, serta pasangan perseorangan Edgar Suratman dengan Sefwelly Gynanjar memperoleh 12,5 persen suara.

Bima menyebutkan, seperti yang telah disampaikan oleh mayoritas warga Kota Bogor yang menginginkan pembehanan dalam semua aspek berlanjut dan dituntaskan.

Namun, kata Bima, dibalik angka hitung cepat tersebut, bukan hanya soal merebutkan suara, bukan sekedar soal kursi wali kota, juga bukan tentang Didie A Rachim dan Bima Arya.

"Tapi ini adalah ihktiar kita semua untuk mengangkat derajat manusia, dan ikhtiar untuk memuliakan setiap manusia yang hidup di Kota Bogor tercinta," katanya.

Doktor lulusan Australia ini mengatakan, hasil hitung cepat menunjukkan bahwa niatnya bersama Didie A Rachim diterima dengan baik oleh mayoritas warga Kota Bogor.

"Niat saya dan kang Didie untuk terus membangun rumah tidak layak menjadi layak, niat kami berdua untuk membuat semua warga Kota Bogor memiliki jaminan kesehatan tanpa terkecuali," kata Bima.

Niat lainnya, lanjut Bima, agar seamkin sedikit warga Bogor yang putus sekolah dan menganggur. Niatnya niat untuk mewujudkan Bogor sebagai kota yang ramah dan layak untuk keluarga.

"Ini kemenangan semua, seluruh warga Bogor tanpa kecuali," kata Bima.