Jakarta (ANTARA News) - Jaksa Agung HM Prasetyo menegaskan bahwa penanganan kasus korupsi di Indonesia tidak bisa berjalan sendiri.

"Tidak ada istilah KPK jalan sendiri, tidak ada Jaksa Agung jalan sendiri, semua bersama sama, dukungan dari wakil rakyat, dukungan dari wakil daerah," kata Prasetyo saat memberikan keterangan pers di gedung KPK, Jakarta, Selasa.

Hal tersebut dikatakannya seusai menghadiri acara buka puasa bersama di gedung KPK yang dihadiri sejumlah pimpinan instansi baik kementerian maupun penegak hukum.

"Tentunya dukungan yang tidak bisa kita abaikan dari BPK yang selalu memberikan kita audit untuk penentuan perhitungan kerugian negara," ucap Prasetyo.

Menurut dia, semua pihak yang terlibat dalam penanganan akan bersikap sama, tegas, dan keras dalam menindak korupsi apapun yang terjadi di negeri ini.

"Tadi disampaikan Pak Ketua KPK bahwa apa yang kita lakukan untuk meningkatkan koordinasi meningkatkan silaturahim untuk mempercair hubungan kerja sama sehingga diharapkan tadi pesan moralnya acara malam ini pun bersihkan hati jaga negeri lawan korupsi," tuturnya.

Selain Jaksa Agung, hadir juga dalam keterangan pers itu Ketua KPK Agus Rahardjo, Ketua DPR RI Bambang Soesatyo, Ketua DPD Oesman Sapta Odang, Ketua BPK Moermahadi Soerja Djanegara, dan Ketua MK Anwar Usman.

"Saya pikir dengan tadi saya tekankan kehadiran Pak Ketua DPR, Pak Ketua DPD, Pak Ketua BPK, dan Mahkamah Konstitusi sama Jaksa Agung dan Ketua KPK sendiri adalah satu sinyal bahwa kami satu," kata Prasetyo.

Sementara itu, Ketua KPK Agus Rahardjo menyatakan bahwa tujuan diadakannya acara buka bersama itu mempererat silaturahmi antar pemangku kepentingan.

"Tujuannya satu memang untuk mempererat silaturahim mudah-mudahan kalau silaturahimnya sudah erat kan, kerja itu kemudian lebih mudah untuk bekerja sama bergandengan tangan untuk mewujudkan Indonesia yang sejahtera," ucap Agus.