Jakarta (ANTARA News) - PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk berencana untuk memeriksa seluruh pilot menyusul kejadian seorang pilot maskapai pelat merah itu yang mengunggah status di media sosial terkait terorisme.

"Baru rencana. Kami sudah mengeluarkan `notice to pilot` untuk hati-hati dan profesional," kata Direktur Operasional Garuda Indonesia Triyanto Moeharsono di Kemenko Kemaritiman Jakarta, Selasa.

Garuda Indonesia sendiri, lanjut Triyanto, telah menonaktifkan pilot yang mengunggah konten terorisme tersebut.

"Sudah di-`grounded` (tidak diizinkan terbang)," katanya.

Walau pun sudah tidak diizinkan terbang, status pilot tersebut belum diberhentikan karena manajemen ingin mendalami kesalahannya.

Kendati demikian, imbauan untuk lebih berhati-hati dan profesional juga akan dilayangkan kepada seluruh personel dan karyawan emiten berkode GIAA itu.

"Saya membawahi pilot, tapi saya pikir nanti dari unit Corporate Secretary akan mengimbau. Itu kan masalah sensitif," katanya.

Sebelumnya, media sosial dihebohkan dengan unggahan pilot Garuda Indonesia berinisial OGT. Dia membagikan dan mengomentari status di Facebook mengenai teror bom di Surabaya yang disebutnya hanya rekayasa.