Banjarbaru (ANTARA News) - Gubernur Kalimantan Selatan Sahbirin Noor mengatakan momentum Hari Kebangkitan Nasional ke-110 pada 2018 menjadi momentum bagi Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan untuk meningkatkan kualitas pendidikan.

Menurut Gubernur di Banjarbaru, Kamis, peringatan Harkitnas merupakan momentum untuk meningkatkan kualitas hidup manusia Indonesia melalui peningkatan kualitas pendidikan dan pelatihan.

Apalagi, tambah Gubernur, di awal 2018, Presiden Joko Widodo telah menyatakan dan menekankan untuk meningkatkan pembangunan sumber daya manusia pada tahun 2019, kemudian melanjutkan percepatan pembangunan infrastruktur yang menjadi fokus pada tahun-tahun sebelumnya.

"Melalui pembangunan manusia yang terampil dan terdidik, pemerintah ingin meningkatkan daya saing ekonomi dan secara simultan meningkatkan kapasitas sumber daya manusianya," kata Gubernur.

Pada kesempatan tersebut, Gubernur juga menyatakan, berdasarkan sambutan dari Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) RI, Rudiantara, agar seluruh masyarakat, memperkokoh semangat nasionalisme dan peningkatan kualitas hidup manusia.

"Energi terdahsyat pembangunan itu adalah penguatan kebersamaan seluruh komponen masyarakat," katanya.

Keberhasilan Boedi Oetomo, dalam menggalang ide nasionalisme mampu melahirkan semangat untuk meraih kemerdekaan, menjadi semangat untuk membangun sumber daya manusia Indonesia yang unggul.

Melalui pembangunan sumber daya manusia, diharapkan akan mampu menyediakan kapasitas dan kapabilitas yang sangat luas untuk dikembangkan.

Selain itu, kebangkitan sumber daya manusia ini nantinya akan membawa kepada kejayaan bangsa yang secara otomatis membawa kejayaan bagi individu-individunya sendiri.

"Pembangunan sumber daya manusia, akan memperkuat pondasi kebangkita nasional Indonesia dalam era digital," katanya.

Menkominfo, tambah Gubernur, juga mengajak pemerintah dan masyarakat, untuk memaknai Harkitnas dengan upaya engembangkan diri dan merebut setiap peluang dalam meningkatkan kapasitas diri yang dibuka oleh berbagai pihak, baik oleh pemerintah, badan usaha, maupun masyarakat sendiri.

"Mari kita terus berjuang mewujudkan kesejahteraan masyarakat, memberantas kebodohan, kemiskinan, dan ketertinggalan dalam berbagai aspek kehidupan," katanya.

Berjuang untuk menghijaukan banua, berjuang memerangi narkoba, berjuang untuk memantapkan semangat NKRI sebagai pilar pembangunan bangsa.

"Perjuangan untuk negeri dan bana ini, sebenarnya tidak pernah berakhir. Selama bangsa ini masih ada, maka tantangan dan perjuangan masih tetap ada. Perjuangan akan terus berlanjut, meski dalam ruang, waktu, dan dimensi yang berbeda," katanya.