Brussel (ANTARA News) – Pakta Pertahanan Atlantik Utara atau North Atlantic Treaty Organization (NATO) mengecam peresmian jembatan baru yang menghubungkan daratan Rusia dengan Crimea yang dicaplok Moskow sebagai pelanggaran terhadap kedaulatan dan integritas teritorial Ukraina.

Aliansi Atlantik itu menggaungkan kecaman Uni Eropa sebelumnya tentang jembatan tersebut, yang dilalui oleh Presiden Rusia Vladimi Putin dengan menggunakan truk pada Selasa.

“NATO mengecam pembangunan dan pembukaan sebagian jembatan Selat Kerch antara Rusia dan Crimea,” ujar wakil juru bicara NATO Piers Cazalet.

“Crimea adalah bagian dari Ukraina dan jembatan ini merupakan pelanggaran lain terhadap kedaulatan dan integritas teritorial Ukraina,” Cazalet dalam sebuah pernyataan.

Baca juga: UE sebut Jembatan Crimea langgar kedaulatan Ukraina

Jembatan yang membatasi lalu lintas laut ke pelabuhan Ukraina di Laut Azov itu merupakan “pelanggaran terhadap hak navigasi mereka di perairan teritorial,” tambahnya.

“Rusia terus menunjukkan ketidakpeduliannya yang jelas terhadap hukum internasional,” ujar Cazalet, seraya menambahkan bahwa NATO tidak akan mengakui pencaplokan Rusia pada 2014 terhadap Crimea.

Televisi negara Rusia menampilkan Putin yang berpakaian jin dan jaket kasual sedang duduk mengendarai truk konstruksi untuk menyeberangi jembatan dan secara resmi membukanya.

Ketegangan antara NATO dan Rusia berada di tingkat yang belum pernah terlihat sejak Perang Dingin, termasuk atas dukungan Moskow untuk separatis pro-Rusia dalam konflik yang terjadi di Ukraina timur. Demikian dilansir Kantor Berita AFP.

Baca juga: AS kutuk peresmian Jembatan Krimea