Kotawaringin Barat (ANTARA News) - Menteri Sosial Idrus Marham mengatakan masa depan para eks pekerja seks komerisal (PSK) harus diperhatikan sehingga mereka tidak lagi kembali ke lembah prostitusi.

"Tidak cukup hanya kita angkat harkat dan martabatnya, mereka butuh hidup, mereka butuh masa depan, butuh penghasilan," kata Mensos pada deklarasi penutupan lokalisasi prostitusi di Kotawaringin Barat, Kalimantan Tengah, Selasa.

Sebanyak 62 eks PSK dari tiga lokalisasi di Kotawaringin Barat yaitu Dukuh Mola, Simpang Kodok dan di RT 12 Desa Sungai Pakit dipulangkan ke daerah asal masing-masing.

Mereka dipulangkan dengan kapal laut di antaranya ke Jawa Timur, Jawa Tengah dan Jawa Barat.

Ketiga lokalisasi tersebut ditutup setelah pemerintah daerah setempat beserta tokoh masyarakat berkomitmen untuk menutup lokalisasi didukung oleh Kementerian Sosial.

"Kenapa lokalisasi harus kita tutup, ini bukan hanya karena aturan negara atau dilarang agama. Saya punya keyakinan eks PSK itu tidak ikhlas terlibat dalam prostitusi. Bisa saja karena terjebak, bisa saja karena masalah ekonomi atau masalah sosial lainnya," katanya.

Mensos meyakini bahwa terjadi eksploitasi dan perbudakan dalam prostitusi bahkan juga banyak kasus perdagangan orang.

Kementerian Sosial akan menyiapkan dana pendukung sesuai tugas dan fungsinya, baik berkaitan dengan bantuan stimulan usaha, bantuan jaminan hidup, maupun transport lokal.

Dengan ditutupnya tiga lokalisasi di Kotawaringin Barat, maka Kementerian Sosial telah berhasil mendukung penutupan 151 dari total 168 lokalisasi prostitusi di seluruh Indonesia.

Dengan demikian tersisa 17 lokalisasi di 15 kabupaten/kota di 10 provinsi yang belum ditutup.