Pontianak (ANTARA News) - Ketua KPU Kalimantan Barat, Umi Rifdiyawati secara resmi membuka kegiatan debat publik antarpasangan calon Gubernur dan Wakil Gubernur Kalbar putaran dua dengan tema Pembangunan ramah lingkungan dan pengelolaan sumber daya alam.

"Dalam debat ini kita juga akan membahas tentang pemberantasan peredaran narkoba dan penataan kawasan. Diharapkan kegiatan ini dapat menjadi ajang bagi pasangan calon untuk menyampaikan visi/misi dan program kerjanya, jika terpilih menjadi Gubernur dan Wakil Gubernur Kalbar nantinya," kata Umi di Pontianak, Sabtu malam.

Umi menyatakan, diharapkan masyarakat bisa mengetahui lebih jelas mengenai visi dan misi yang disampaikan oleh setiap pasangan calon, sehingga masyarakat benar-benar mengetahui siapa yang akan dipilihnya.

"Kami mengharapkan agar kegiatan ini bisa berjalan lancar, dan kesempatan ini bisa benar-benar dimaksimalkan oleh setiap pasangan calon untuk mengenalkan sejauh mana kesiapan mereka untuk memimpin Kalbar kepada masyarakat," tuturnya.

Pada kegiatan debat publik itu, KPU Kalbar menghadirkan tiga orang panelis, antara lain, DR. Anton P Wijaya dari akademisi Untan, DR. Dwi Astiani yang merupakan Dosen Fahutan, DR Syarifah Ema Rahmaniar yang merupakan Dosen Fisipol Untan.

Debat publik itu disiarkan secara langsung melalui PonTV, sebagai lembaga penyiaran debat publik cagub dan cawagub Kalbar tahap 2.

"Sebagaimana diatur dalam PKPU tentang Kampanye, surat KPU RI dan surat KPI yang menyebutkan agar dalam penayangan iklan kampanye dan penyiaran debat KPU mengutamakan TV lokal," katanya.

Untuk mekanisme pengadaan lembaga penyiaran debat dalam pemilihan gubernur dan wakil gubernur Kalbar dilakukan oleh pejabat pengadaan KPU Provinsi melalui lelang agensi yang dilakukan secara terbuka melalui LPSE KPU.

"Dimana debat pertama di Ruai TV, debat kedua di Pontv dan debat ketiga di Tvri nasional. Jadi, saya rasa ini sudah sesuai dengan ketentuan yang ada," katanya.