Surabaya (ANTARA News) - Sebanyak 42.245 siswa SMP/MTs di Surabaya akan mengikuti Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) mulai Senin (23/4) sampai Kamis (26/4).

Kepala Dinas Pendidikan Surabaya Ikhsan di Surabaya, Minggu, mengatakan 42.245 siswa itu terdiri atas 38.372 siswa SMP dan 3.873 siswa MTs. Sementara jumlah lembaga penyelenggara UNBK sebanyak 375.

"Delapan sekolah masih bergabung dengan sekolah lain. Ada yang memang masih satu yayasan," kata Ikhsan.

Di luar itu, kata Ikhsan, ada tujuh lembaga yang dipinjami komputer oleh Pemerintah Kota Surabaya untuk UNBK. Meski dari sisi sarana dan prasarana belum siap, namun lembaga ini mengaku siap menyelenggarakan UNBK secara mandiri.

"Semuanya sekolah swasta. Pemkot memfasilitasi lembaga tersebut dengan peminjaman komputer," ujar mantan Kepala Bapemas dan KB Kota Surabaya ini.

Dispendik menegaskan, telah siap menggelar UNBK. Pasalnya, mulai dari PLN, Telkom, hingga Organisasi Perangkat Daerah (OPD) lain di lingkungan Pemkot Surabaya. Selain itu juga disediakan genset keliling yang disiapkan Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga dan Pematusan Surabaya.

Ikhsan menjelaskan, lima genset disebar ke lima wilayah. Satu genset di Tandes untuk wilayah Barat, wilayah pusat di Kantor PKK Tambaksari, Utara ditempatkan di RPH Pegirian, Selatan di SMPN 2P, dan wilayah Timur gensetnya di Convention Hall Arief Rachman Hakim.

"Bu Walikota Surabaya ingin UNBK SMP lancar. Genset keliling ini merupakan bentuk antisipasi," tuturnya.

Sementara itu muncul kekhawatiran dari siswa tentang bobot kesulitan soal yang di UN-kan namun tidak tercantum di dalam kisi-kisi seperti yang dialami siswa SMA. Ikhsan menjelaskan, kisi-kisi UN dari pusat sudah dibedah Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) SMP di Surabaya.

Hasil dari pembedahan tersebut berupa soal-soal "try out" yang bisa dikerjakan siswa setiap saat karena berbasis daring. Dia berharap kisi-kisi itu sesuai dengan yang dari pusat.

Selain itu pihak sekolah dan guru sudah melakukan pendampingan kepada siswa. Siswa juga telah disiapkan selama sembilan hari sejak 9-19 April dengan Ujian Sekolah Berbasis Nasional (USBN).

"Tahun ini siswa SMP USBN 11 mata pelajaran (mapel). Masih ada dua mapel USBN. Ada jeda karena harus UN," ujarnya.