Jakarta (ANTARA News) - Kepolisian Daerah Metropolitan Jakarta Raya (Polda Metro Jaya) bersama kepolisian-kepolisian resor di wilayah Ibu Kota menggelar operasi khusus senjata api dan bahan peledak dalam upaya menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat menjelang Ramadhan.

"Kita upayakan mengurangi potensi kejahatan menggunakan senjata api dan bahan peledak," kata Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Komisaris Besar Polisi Argo Yuwono di Jakarta, Selasa.

Dalam operasi khusus senjata api dan bahan peledak sepanjang 16 sampai 30 April itu, menurut Argo, kepolisian mengerahkan 650 personel untuk mendeteksi dini risiko kejahatan dan kekerasan menggunakan senjata api.

Argo mengatakan operasi itu akan dilakukan secara terbuka dan tertutup, antara lain mencakup razia kendaraan di jalan dan penelusuran produsen senjata api rakitan.

Petugas kepolisian, dia melanjutkan, juga akan menyasar penjual senjata api organik maupun rakitan, penyalahgunaan senjata api, penjual alat kejut listrik ilegal, dan pemilik atau pemegang izin khusus hak senjata api yang terlibat pidana dalam operasi tersebut.

Selain itu, menurut dia, polisi akan mengawasi masa berlaku kepemilikan senjata api untuk bela diri, penjualan bahan kimia, penjualan senjata mainan dan replika senjata, peredaran senjata gas (airsoft gun) dan suku cadang senjata api tanpa izin serta penjualan peluru tajam.

Polisi, Argo menegaskan, akan menindak tegas penjual maupun orang yang menyimpan senjata api termasuk peluru tajam, peluru karet, peluru gas, senjata angin, senjata api replika maupun senjata api non-organik milik TNI tanpa izin.

Pemantauan dan pengawasan terhadap senjata api, menurut Argo, antara lain akan dilakukan di tempat-tempat seperti bengkel, tempat penjualan senapa angin, pelabuhan laut, bandara, serta gudang penyimpanan senjata api dan bahan kimia.

Baca juga:
Polisi amankan perakit senjata ilegal di Cipondoh
Polda Lampung musnahkan 70 senjata api rakitan