Jakarta (ANTARA News) - Menyusul akuisisi Grab terhadap operasional Uber di Asia Tenggara, para pengemudi yang tertarik bergabung dengan perusahaan Malaysia tersebut dapat bermigrasi ke layanan tersebut.

Dalam keterangan tertulis, Managing Director Grab Indonesia Ridzki Kramadibrata menyatakan banyak mitra pengemudi Uber yang menghubungi mereka untuk bergabung.

"Platform teknologi kami yang terbuka memungkinkan mitra pengemudi Uber dengan mudah akan terintegrasi ke dalam platform kami. Oleh karena itu semua pengemudi Uber yang berada di luar Jakarta dan seluruh pengemudi UberX di Jakarta akan dengan mudah dapat mendaftar melalui Grab secara online, tanpa harus datang secara langsung ke Grab Driver Centre," kata dia dalam keterangan tertulis, Selasa.

Pengemudi Uber yang hendak bermigrasi ke Grab diminta untuk melengkapi persyaratan yang diminta seperti kelengkapan dokumen hingga pemeriksaan kelayakan kendaraan dan tes keselamatan berkendara (safety riding).

"Proses migrasi mitra Uber ke platform Grab dilakukan berdasarkan standar operasional Grab dimana para calon mitra Grab harus memenuhi persyaratan baik mulai dari kelengkapan dokumen seperti SIM dan SKCK yang berlaku hingga pemeriksaan kelayakan kendaraan dan tes keselamatan berkendara (safety riding), baik tertulis maupun praktek, sesuai dengan misi dan komitmen Grab terhadap keselamatan para pengguna termasuk mitra pengemudi maupun penumpang".

Pekan lalu, setelah diakuisisi Grab, banyak pengemudi Uber yang mengaku kebingungan mengenai keberlanjutan kemitraan mereka, terutama bagi pengemudi ojek online.

Grab dalam laman mereka menyediakan tata cara pendaftaran bari para pengemudi Uber yang tertarik bergabung ke platform mereka.

Setelah diakuisisi, Uber memberlakukan masa transisi sehingga aplikasi masih dapat digunakan hingga 8 April. Setelah itu, semua layanan hanya dapat diakses melalui Grab.

Dengan tutupnya layanan Uber di Asia Tenggara, saat ini di Indonesia hanya terdapat dua pemain penyedia aplikasi pemesanan transportasi yaitu Grab dan Go-Jek. Bertepatan dengan akuisisi Uber, Go-Jek dikabarkan akan melebarkan sayap ke Asia Tenggara tahun ini.

Baca juga: Akuisisi Uber oleh Grab ancam peningkatan pengangguran