Makassar (ANTARA News)- Kementerian Agama (Kemenag) Sulawesi Selatan melakukan jemput bola atau turun langsung ke sejumlah kabupaten/kota di Sulsel untuk melayani pengurusan paspor bagi pada calon jemaah haji (CJH) 2018.

Kepala Bidang Penyelenggaraan Haji dan Umrah (PHU) Kanwil Kemenag Sulsel, Kaswad Sartono di Makassar, Selasa, mengatakan kegiatan atau program layanan yang diberikan ini merupakan hal baru dan mungkin yang pertama di Indonesia.

"Jadi pada 2018 ini, kita akan turun ke kabupaten/kota untuk melayani pengurusan paspor. Kita tentunya berkoordinasi dengan pihak imigrasi dalam program layanan ini," katanya.

Dirinya berharap dengan layanan jemput bola ini akan memberikan kemudahan bagi para CJH, karena tidak perlu lagi pulang-balik dari daerahnya untuk mengurus ke Makassar yang tentunya membutuhkan waktu, dana dan tenaga.

Ia menjelaskan, Kemenag Sulsel berkoordinasi pihak imigrasi ini akan melakukan pelayanan sistem mobile unit.

"Jadi misalnya dari Kepulauan Selayar, tidak perlu lagi harus menempuh perjalanan jauh ke Makassar untuk pengurusan paspor," jelasnya.

Terkait kenaikan Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji (BPIH) 2018 sebesar 0,9 persen, ia mengatakan jamaah haji akan mendapatkan layanan yang jauh lebih besar dari jumlah kenaikan yang harus dibayarkan tersebut.

Adapun peningkatan layanan yang akan diberikan bagi para jamaah itu diantaranya terkait biaya konsumsi atau makan di Mekkah yang tahun ini jauh lebih banyak.

Ia menjelaskan, jika tahun sebelumnya, jamaah itu hanya diberikan makan sebanyak 25 kali di Mekkah namun tahun ini mengalami kenaikan jatah makan yang begitu tinggi yakni 40 kali.

Selain itu, pada pelaksanaan tahun sebelumnya itu jamaah hanya menggunakan tas jinjing namun tahun ini sudah lebih mewah dengan sebuah koper yang tetap bisa digunakan meski telah melaksanakan ibadah haji.

Selanjutnya fasilitas layanan lainya yakni dengan keberadaan petugas yang disiapkan mengawal dan memantau para jamaah di Mina.