Padang (ANTARA News) - Wakil Gubernur Sumatera Barat (Sumbar), Nasrul Abit bersama tim terpadu konservasi melepaskan 12 ekor penyu hijau dan sisik di perairan laut daerah itu, Kamis.

"Beberapa penyu ini semula terperangkap di saluran air Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Teluk Sirih dan tidak bisa keluar. Tim menyelamatkan penyu tersebut, kemudian kita lepas," kata Nasrul.

Sebagian penyu lain terperangkap jaring nelayan dan terluka kemudian diselamatkan tim dan dilepaskan kembali.

Pelepasan dilakukan dengan mengangkut penyu ke tengah laut menggunakan kapal pengawas Dinas Kelautan dan Perikanan Sumbar.

Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Sumbar, Yosmeri mengatakan jumlah penyu yang dilepas adalah 10 dari 12 ekor yang diselamatkan.

Ukurannya beragam mulai dari panjang 30 sentimeter dan berat 30 kilogram hingga sepanjang 70 sentimeter dengan berat 110 kilogram.

"Ini adalah kali pertama tim konservasi penyu bekerjasama menyelamatkan hewan tersebut. Sebelumnya kita bergerak sendiri-sendiri," tambah dia.

Ke depan kerjasama tim tersebut akan dipertahankan karena SK Gubernur tentang tim konservasi penyu telah keluar.

Kegiatannya tidak sekedar menyelamatkan penyu terluka atau tertangkap nelayan tetapi juga menyelamatkan telur penyu yang dijual masyarakat untuk ditetaskan dan dilepaskan kembali ke laut.

Baca juga: Populasi penyu di Sumatera Barat mencapai 30.000 ekor