Washington (ANTARA News) - Presiden Amerika Serikat Donald Trump pada Selasa berbicara dengan Presiden Rusia Vladimir Putin, kata pejabat pemerintah kepada Reuters tanpa memberikan keterangan lebih rinci.

Gedung Putih berencana mengeluarkan pernyataan soal pembicaraan mereka pada Selasa, kata pejabat itu.

Putin pada Minggu terpilih kembali sebagai presiden Rusia, memperpanjang masa jabatannya untuk enam tahun berikutnya.

Wakil Menteri Luar Negeri Rusia Sergei Ryabkov pada Selasa mengatakan berharap kemenangan Putin mengarah pada pencairan hubungan AS-Rusia, kata kantor berita RIA.

Seperti dikutip media, Ryabkov mengatakan ia berharap kemenangan Putin akan membuat beberapa politisi Amerika berhenti mengucilkan Rusia. Ia juga mengatakan Moskow membuka diri untuk berdialog dengan Washington.

Kepala eksekutif Uni Eropa Jean-Claude Juncker pada Selasa mengeluarkan surat pemberian selamat kepada Putin. Juncker mengatakan Rusia dan Eropa harus "membentuk kembali aturan keamanan seluruh Eropa yang kooperatif".

Di tengah hubungan yang berada di titik rendah antara Timur dan Barat pasca-Perang Dingin, surat pemberian selamat itu diterbitkan setelah para menteri luar negeri Uni Eropa pada Senin kembali menyatakan keprihatinan atas serangan racun saraf yang dialami agen intelijen ganda Rusia di wilayah Inggris.

Rusia membantah memiliki keterlibatan dalam insiden itu. Demikian Reuters.
Papan iklan putar bergambar Presiden Rusia Vladimir Putin sebagai alat kampanye menjelang pemilihan presiden yang akan datang, dipasang di sebuah jalan di Stavropol, Rusia, Senin (5/3/2018). (REUTERS/Eduard Korniyenko)

(Uu.T008/B002)