Semarang (ANTARA News) - Kabid Humas Polda Jawa Tengah Kombes Pol Agus Triatmadja menyebutkan penganiayaan terhadap mantan Ketua Nahdlatul Ulama (NU) Kecamatan Kangkung, Kabupaten Kendal, K.H. Ahmad Zaenuri dan menantunya didasari oleh motif kriminal murni berniat merampok.

"Jadi niatnya melakukan tindak pencurian," kata Agus di Semarang, Senin.

Pelaku yang diketahui bernama Suyatno (34) warga Gumuh, Kabupaten Kendal, berprofesi sebagai pengamen.

Menurut Agus, pelaku biasa membawa senjata tajam saat bekerja.

Pada kejadian Sabtu (17/3), pelaku terlebih dahulu menyerang Agus Nurus Sakban, menantu takmir Masjid At Tuqo tersebut, saat akan mengeluarkan mobil.

"Targetnya tas yang dibawa korban," katanya.

Mengetahui menantunya diserang, Rais Syuriah NU Kecamatan Kangkung itu kemudian berusaha membantu.

Sementara dari keluarga pelaku, lanjut dia, diperoleh informasi tentang riwayat yang bersangkutan pernah dirawat di rumah sakit jiwa.

Kepolisian sendiri masih berkoordinasi dengan rumah sakit jiwa perihal informasi tersebut.

Meski demikian, menurut dia, saat beraksi pelaku diyakini dalam kondisi sadar.