Lebak, Banten (ANTARA News) - Guna melestarikan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan berbangsa dan bernegara, pemerintah mesti menghidupkan kembali Badan Pembina Pendidikan Pelaksanaan Pedoman Penghayatan dan Pengamalan Pancasila (BP7), kata Ketua Dewan Pimpinan Cabang Pemuda Pancasila Kabupaten Lebak Weli Suntara di Lebak, Senin.

Weli Suntara menengarai selama ini nilai-nilai Pancasila sudah tidak diterapkan lagi dalam kehidupan sehari-hari masyarakat yang ditandai dengan mudahnya tawuran antarkelompok, konflik sosial dan korupsi, serta masyarakat yang tidak saling menghormati dan menghargai.

"Saya kira BP7 lebih efektif untuk menggerakkan karakter Pancasila dalam kehidupan berbangsa dan bernegara," kata Weli.

Menurut Weli, BP7 pada zaman Orde Baru begitu kuat karena dilembagakan sampai pemerintah daerah dan para pejabat daerah memberikan penyuluhan sosialisasi Pancasila.

Dia menilai BP7 saat itu sangat penting dalam memupuk nilai-nilai kebangsaan dan menguatkan kecintaan kepada Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Menurut Weli, gesekan-gesekan yang menimbulkan perpecahan cukup mengemuka di berbagai daerah, termasuk gerakan radikal, karena sebagai dampak tidak teramalkannya ilai-nilai Pancasila dan Undang-Undang Dasar 45.

Oleh karena itu, kata dia, Pancasila dan UUD 45 harus dikembalikan seperti dulu. "Kami mendukung BP7 dihidupkan lagi untuk mencintai NKRI," katanya. "Kami yakin Pancasila itu sebagai pondasi yang kokoh dan dapat menghadapi berbagai permasalahan bangsa."