Jakarta, 7/3 (ANTARA News) - Dewan Olimpiade Asia (OCA) menggelar audit keenam sistem teknologi informasi (IT) Asian Games 2018 di Jakarta sebagai evaluasi setelah penyelenggaraan kejuaraan uji coba pada Februari.

OCA, seperti tercantum dalam situs resmi mereka yang dipantau Antara di Jakarta, Rabu, mengutus dua orang pemeriksa sistem IT yaitu Manuel Gonzales dan Alfonso Sanchez yang didampingi staf IT OCA Anil Reddy meninjau kesiapan Indonesia sebagai tuan rumah jelang lima bulan penyelenggaraan kejuaraan multi-cabang olahraga tertinggi di Asia itu.

Tahapan pertama audit IT itu meliputi evaluasi pasca-penyelenggaraan kejuaraan uji coba Asian Games di Jakarta pada 8-15 Agustus dan tindakan perbaikan yang akan muncul pada penyelenggaraan pertandingan utama Asian Games.

Sementara, tahapan kedua pelaksanaan audit IT yang dimulai pada 28 Februari hingga 2 Maret itu fokus pada proyek teknologi informatika yang akan dilaksanakan pada Maret hingga pembukaan Asian Games pada 18 Agustus, terutama terkait pembuatan aplikasi, pengujian proyek IT, dan sesi pelatihan bagi para pengguna akhir.

Auditor OCA juga akan terus memantau perkembangan sejumlah tindakan-tindakan yang akan mulai pada April.

Sebelumnya pada Minggu (4/3), OCA juga menggelar promosi penyelenggaraan Asian Games 2018 di Kuala Lumpur, Malaysia melalui kegiatan lari. Kegiatan lari bertajuk "Asian Games Fun Run" itu merupakan rangkaian kegiatan sejak 10 Desember 2017 dan berlangsung di 28 negara-negara Asia.

Asian Games Fun Run telah memasuki negara ke-14 di Malaysia dan kegiatan itu akan terus melibatkan 45 negara-negara peserta Asian Games.

Setelah di Malaysia, Asian Games Fun Run juga akan berlangsung di Vietnam, Arab Saudi, Makau, Nepal, Oman, Kazakhstan, Tajikistan, Mongolia, China, Jepang, Thailand, Iran, Korea Selatan, dan Timor Leste.



(T.I026/

(T.I026/B/R017/R017) 07-03-2018 18:02:54