Den Haag (ANTARA News) - Politikus Belanda Stef Blok pada Senin (5/3) ditunjuk menjadi menteri luar negeri baru untuk menggantikan pejabat pendahulu yang ketahuan berbohong mengenai pertemuan dengan Presiden Rusia Vladimir Putin.

"Atas rekomendasi perdana menteri, Yang Mulia Raja dengan ini menunjuk S.A Blok sebagai menteri luar negeri," demikian pernyataan Istana yang dikutip AFP.

Menurut Istana, Blok akan mengambil alih jabatan tersebut setelah dilantik Raja Willem-Alexander pada Rabu.

Menteri luar negeri sebelumnya, Halbe Zijlstra, mengundurkan diri pada 13 Februari dengan air mata berlinang setelah mengaku berbohong pernah menghadiri pertemuan dengan Putin pada 2006.

Zijlstra juga salah mengutip pernyataan pemimpin Rusia itu, mengatakan bahwa Putin ingin memastikan "a Greater Russia", pernyataan yang menimbulkan kemarahan dan cercaan dari Moskow.

Langkah tersebut memicu voting mosi tidak percaya terhadap Perdana Menteri Mark Rutte, yang berhasil dia menangkan.

Zijlstra, anggota partai Liberal VVD pimpinan Rutte sekaligus kaki tangannya, baru menjabat sebagai menteri luar negeri selama empat bulan. Penunjukannya pada Oktober memicu keterkejutan karena kurangnya pengalaman.

Blok juga merupakan anggota Partai VVD dan menjabat di pemerintahan koalisi Rutte sebelumnya. Menurut siaran media Belanda, Blok (53) dipandang sebagai pilihan aman bagi Rutte, bahkan meski dia tidak memiliki banyak pengalaman kebijakan luar negeri.

Ini adalah kali kedua Blok diminta mengambil alih jabatan setelah pengunduran diri yang memalukan. Tahun 2016 dia mengambil alih jabatan dari Menteri Kehakiman Ard van der Steur, yang dikeluarkan karena skandal pemberian uang 2,1 juta euro lebih oleh jaksa kepada mafia narkoba.(mr)