Jakarta (ANTARA News) - Bursa Efek Indonesia (BEI) melakukan pertemuan dengan manajemen PT Aplikasi Karya Anak Bangsa (Gojek) membahas kemungkinan proteksi kepemilikan saham perusahaan setelah penawaran umum perdana (initial public offering/IPO) saham.

"Kalau perusahaan teknologi IPO, biasanya selalu diborong investor asing," ujar Direktur Utama Bursa Efek Indoensia Tito Sulistio di Jakarta, Senin.

Ia mengemukakan bahwa pihak Gojek fokus untuk tetap mempertahankan sebagai perusahaan Indonesia. Peraturan di Indonesia memungkinkan Gojek tetap dikuasai pemegang saham Indonesia karena ada konsep saham dwiwarna.

Ia menyampaikan Gojek juga merencanakan kemungkinan untuk melakukan dual listing (pencatatan saham lebih dari satu bursa). BEI merekomendasikan agar Gojek mencatatkan saham di Euronext.

Sementara itu, Presiden Gojek Andre Soelistyo mengatakan pihaknya memiliki rencana IPO karena menginginkan mitra pengemudi juga dapat menjadi pemegang saham juga.

"Tinggal menunggu waktu saja. Kami ingin bisa terdaftar di BEI, sehingga masyarakat Indonesia termasuk mitra pengemudi bisa ikut memiliki saham Gojek," katanya.

Ia mengatakan bahwa waktu pelaksanaan IPO menjadi salah satu fokus perusahaan, selain itu juga persiapannya mengingat perusahaan digital masih terbilang baru di dalam negeri.

"Bursa mendukung kami dan juga mengapresiasi langkah kami," katanya.