Bojonegoro (ANTARA News) - Ratusan kepala keluarga (KK) korban banjir luapan Bengawan Solo di Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, masih bertahan di sejumlah lokasi pengungsian, meskipun ketinggian air di daerah setempat berangsur-angsur surut.

Kepala Seksi Angkutan Air Dinas Perhubungan (Dishub) Pemkab Bojonegoro Agung Sudarmanto, di Bojonegoro, Sabtu, menjelaskan bahwa warga di sejumlah desa di kecamatan kota masih bertahan di pengungsian di sejumlah lokasi karena air masih merendam pemukiman.

Namun, sebagian warga di Desa Ledokwetan, Kecamatan Kota, yang mengungsi di gedung serbaguna milik Pemerintah Kabupaten Bojonegoro sudah ada yang kembali ke rumahnya untuk membersihkan sisa kotoran akibat banjir.

"Warga di Ledokwetan sekarang kerja bakti membersihkan rumahnya dari lumpur," ujarnya.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bojonegoro mencatat di gedung serbaguna ada warga yang mengungsi sebanyak 272 jiwa.

Selain itu, sebanyak 110 jiwa mengungsi di Balai Desa Bogo, Kecamatan Kapas,karena banjir belum benar-benar surut.

"Di kota ada lima titik lokasi pengungsian," ucap Kepala Seksi Kedaruratan dan Logistik BPBD Bojonegoro MZ Budi Mulyono, menambahkan.

Sementara itu, warga di sejumlah desa di Kecamatan Kota dan Trucuk membersihkan rumah dengan memanfaatkan air genangan luapan Bengawan Solo yang masih berada di sekitar rumahnya.

Tim Paguyuban Bojonegoro Solid dengan perahu karet milik Dinas Perhubungan Bojonegoro mendistribusikan bantuan beras, mie instan, telur dan sejumlah bahan keperluan harian lainnya di Desa Sranak, Kecamatan Trucuk.

"Pendistribusian sembako dilakukan dengan perahu karet, karena desa setempat masih dikepung air banjir dari luapan Bengawan Solo dan Kali Kening," ujar Ketua Paguyuban Bojonegoro Solid Luky.

Warga di Desa Sranak, Kecamatan Trucuk yang kesulitan untuk keluar karena pemukimannya masih dikepung banjir sebanyak 426 KK.

"Warga Sranak juga membutuhkan makanan siap saji. Kami sore nanti akan mendistribusikan ratusan nasi bungkus dengan perahu karet," katanya.

Data di Unit pelaksana Teknis (UPT) Pengelolaan Sumber Daya Air Wilayah Sungai Bengawan Solo di Bojonegoro menyebutkan ketinggian air di taman Bengawan Solo (TBS) mencapai 14,59 meter (siaga II-kuning) pukul 15.00 WIB.

Di Karangnongko, Kecamatan Ngraho ketinggian air pada waktu bersamaan 26,84 meter. Di hilirnya Babat, Laren, Karanggeneng, dan Kuro, Lamongan masing-masing 8,40 meter (siaga III-merah), 5,78 meter (siaga III-merah), 4,54 meter (siaga III-merah) dan 2,34 meter (siaga II-kuning).